JAKARTA,REDAKSI17.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Pertemuan itu terjadi ketika Jokowi dan Prabowo menjadi saksi nikah sekretaris pribadi Prabowo, Agung Surahman, di Gedung Sasono Utomo, TMII, Minggu, 18 Januari 2026 lalu.
Disampaikan Jokowi, di antara pembahasannya dengan Prabowo adalah soal situasi global yang tengah dihadapi.
“Di antaranya tentang situasi global saat ini yang juga penuh dengan ketidakpastian,” ujar Jokowi.
Berikut poin-poin terkait pertemuan Jokowi dengan Prabowo di pertengah Januari lalu.
- Moment pertemuan itu terjadi di acara pernikahan sekretaris pribadi Prabowo, Agung Surahman, dengan pasangannya di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu, 18 Januari 2026. Jokowi dan Prabowo hadir sebagai saksi masing-masing mempelai.
- Jokowi mengakui ada pembicaraan khusus dengan Prabowo di sela acara pernikahan itu. Namun ia tidak menjelaskan detail isi pembicaraan tersebut.
- Pembicaraan bersifat tertutup dan tidak untuk publik, menurut Jokowi, karena merupakan dialog pribadi antara dirinya dan Prabowo.
- Isu yang sempat disinggung dalam obrolan adalah kondisi Indonesia saat ini serta situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk terkait ekonomi dan tantangan eksternal.
- Jokowi menyatakan optimisme atas kinerja ekonomi Indonesia, menyebut bahwa pertumbuhan masih di atas lima persen dan inflasi tetap terkendali meskipun banyak negara lain mengalami kesulitan.
- Baik Jokowi maupun Prabowo tidak memberikan keterangan langsung kepada media saat pertemuan berlangsung; detail baru muncul dua pekan kemudian melalui pernyataan Jokowi.
- Kehadiran dua tokoh penting negara ini menjadi sorotan publik, karena undangan peran mereka sebagai saksi pernikahan serta peluang diskusi strategis antar pemimpin negara di luar forum resmi.
Tanggapi namanya disebut dalam korupsi haji
Jokowi juga memberikan tanggapan terkait mencuatnya nama beliau dalam penyidikan dugaan korupsi kuota haji 2024.
Jokowi menilai pencatutan namanya dalam berbagai kasus hukum sebagai hal yang lumrah terjadi mengingat kedudukannya saat itu sebagai kepala negara.
Ia menegaskan bahwa meskipun seluruh program menteri berada di bawah arahan dan kebijakan presiden, ia tidak pernah memberikan instruksi yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.
Kaitan nama Jokowi dalam kasus ini muncul setelah mantan Menpora, Dito Ariotedjo, diperiksa oleh KPK sebagai saksi. Dito dicecar oleh penyidik mengenai detail kunjungan kerja bersama Jokowi ke Arab Saudi pada tahun 2022.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) untuk membahas berbagai agenda strategis, termasuk investasi dan kerja sama internasional.
Di sisi lain, penyidik KPK juga mendalami keterkaitan biro perjalanan Maktour Travel dalam perkara ini kepada Dito Ariotedjo.
Dito mengakui adanya pertanyaan mengenai biro tersebut karena faktor hubungan keluarga, di mana pemilik Maktour, Fuad Hasan Masyhur, merupakan mertuanya. Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan seiring dengan upaya KPK untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi lebih lanjut.




