
Jakarta,REDAKSI17.COM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali membuka pendaftaran bagi putra/putri Indonesia untuk menjadi calon prajurit. Proses rekrutmen ini setiap tahunnya selalu menjadi sorotan publik.
Perwira Pembantu Utama Satu Perencanaan TNI, Kolonel Kaveleri Erizal Satria menyampaikan saat ini TNI membutuhkan personil cukup banyak. Khususnya di level perwira hingga tamtama.
“TNI beserta jajarannya memang lagi mengembangkan organisasi. Banyak satuan baru yang dibentuk, sehingga membutuhkan personel perwira dan tamtama yang cukup banyak,” katanya saat wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia juga menjelaskan, meskipun TNI sedang membutuhkan personel tamtama dan perwira cukup banyak. Namun proses rekrutmen keduanya pun berbeda, perwira akan direkrut langsung oleh Mabes TNI.
Pada tujuan rekrutmennya TNI menekankan pada persiapan dalam menyiapkan pemimpin di bidang pertahanan negara. Ia menekankan bahwa tugas seorang perwira tidak hanya tertuju pada tugas teknis, tapi berperan dalam hal manajerial.
“Oleh sebab itu, rekrutmen perwira TNI merupakan proses kaderisasi kepemimpinan yang bersifat fundamental. Terutama bagi keberlangsungan organisasi TNI di masa yang akan datang,” ucapnya, menjelaskan.
Lebih lanjut, adapun informasi khusus bagi para putra/putri Indonesia yang ingin bergabung dengan menjadi TNI. Diantaranya dengan mengunjungi website resmi atau Instagram resmi Pusat Penerangan TNI, @puspentni.
“Banyak background disana, jika ada yang ingin bergabung silakan berkunjung ke website Puspen TNI. Karena proses awalnya harus daftar online dahulu,” ujar Erizal.
Adapun masa pendaftaran berlangsung selama satu bulan penuh. Yaitu dimulai sejak 25 Januari sampai 25 Februari 2026.
Sementara itu, Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus menyoroti proses rekrutmen TNI. Ia memberikan penegasan ketat terkait integritas dalam proses penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat tahun anggaran 2026.
Ia mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua calon pendaftar, agar tidak mudah tergiur oleh janji calo. “Segala bentuk jaminan kelulusan dengan bayaran adalah kepalsuan yang merugikan,” ucapnya.
Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan pihak-pihak yang mencoba melakukan pungutan liar. Karena sistem penilaian saat ini telah disusun secara objektif berdasarkan hasil nyata di lapangan.



