Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo menginginkan agar ada badan usaha baru yang berfokus untuk mengelola mineral kritis, seperti logam tanah jarang.
“(Pembentukan Perminas) justru itu (arahan) dari Pak Presiden. Untuk supaya kita diharapkan bisa mengelola mineral-mineral kita, terutama mineral-mineral yang strategis, maka dimintalah Danantara membentuk satu entitas,” ujar Prasetyo saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Saat ditanya mengapa pemerintah tidak mengoptimalkan perusahaan pelat merah yang sudah ada, seperti MIND ID atau anak perusahaannya lainnya, Prasetyo menerangkan Perminas akan berfokus untuk mengelola mineral kritis.
“Itu tadi untuk mengelola mineral kritis. Apa lagi yang harus kita jelaskan itu? Itu kan sederhana aja nih kan? Mineral banyak. Sudah ada yang dikelola, sudah ada perusahaan. Ini khusus yang mineral,” terang Prasetyo.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan penjelasan lebih detail mengenai perbedaan fundamental antara MIND ID dan Perminas. Menurut Rosan, meski sama-sama bergerak di sektor mineral, spektrum yang digarap keduanya tidaklah sama. Ia mencontohkan MIND ID yang merupakan holding dengan anak usaha yang sudah mapan di komoditas konvensional.
“Ya kan kalau Mind ID kan holding company ya. Tapi kalau kita lihat satu-satu, misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu batu bara, ada Inalum, ada Aneka Tambang, dan juga ada Freeport. Ya kan memang itu beda-beda kan ya. Industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di nikel, dan juga di emas,” ujar Rosan.
Rosan menyebut entitas baru ini akan mengelola harta karun yang selama ini jarang tersentuh. Ia menekankan setiap perusahaan pelat merah mempunyai fokus yang berbeda.
“Kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda,” tambah Rosan.





