Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan mundurnya Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) tak ada intervensi dari pemerintah. Prasetyo menegaskan keputusan tersebut merupakan kewenangan pribadi Iman.
“Enggak. Itu kewenangan tersendiri kan,” ujar Prasetyo saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Prasetyo memandang langkah Iman Rachman adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap publik. Pemerintah tentu menghormati keputusan tersebut.
“Tentunya kita menghormati keputusan itu. Kalau kita lihat dari statement-nya, itu kan bentuk pertanggungjawabannya dari kejadian yang lalu,” jelas dia.
Ia pun memandang kejadian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok selama beberapa hari lalu memiliki pelajaran sendiri. Salah satunya, agar pemerintah bisa menata lebih baik regulasi pasar modal ke depan.
“Intinya kita fundamental, kita kuat. Dan bagi kita setiap peristiwa harus kita ambil hikmahnya. Dan peristiwa 2 hari yang lalu ini kan kita ambil hikmahnya bagian dari ke depan kita menata regulasi kita seperti yang tadi sudah saya sampaikan,” terang ia.
Prasetyo pun menjelaskan fokus pemerintah saat ini bukan pada bongkar-pasang jabatan, melainkan menjaga pasar modal Indonesia transparan dan sehat.
“Tapi bahwa tadi yang disampaikan bukan dalam rangka mengatur mundur atau tidak tapi bagaimana juga negara mengatur supaya bursa kita sehat, transparan, memenuhi, kaidah-kaidah, bagaimana perusahaan-perusahaan di negara yang lain dan begitu. Kan masalahnya itu,” tambah Prasetyo.
Sebelumnya, Iman mengumumkan sendiri pengunduran dirinya. Menurutnya, pengunduran diri ini menjadi tanggung jawabnya terhadap pasar modal.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman.





