Home / Kesehatan dan Life Style / Olah Raga Untuk Penderita Batuk

Olah Raga Untuk Penderita Batuk

Batuk merupakan salah satu bentuk sistem pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir (mukus) atau faktor penyebab iritasi. Jika tubuh kemasukan benda asing, seperti mikroorganisme (virus, bakteri) atau iritan (debu, asap), maka normalnya sel-sel yang melapisi dinding saluran pernapasan kita akan memproduksi lendir lebih banyak, tujuannya adalah untuk mencegah benda asing tersebut masuk ke saluran pernapasan bawah dan mengeluarkannya melalui mekanisme batuk. Kondisi inilah yang menyebabkan batuk berdahak. Berdasarkan penyebabnya, batuk terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

Batuk-batuk yang disebabkan oleh alergi atau infeksi ringan seringkali akan sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Hal ini ditunjang oleh sistem kekebalan tubuh yang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan berolah raga, termasuk lari pagi. Beberapa studi membuktikan bahwa berolahraga secara rutin dapat meningkatkan sistem imunitas seseorang, dengan cara:

  • Berolahraga dapat membantu mengeluarkan virus, bakteri, dan iritan dari saluran pernapasan
  • Berolahraga dapat meningkatkan jumlah dan kecepatan kerja sel darah putih, yang bekerja untuk melawan infeksi
  • Peningkatan suhu tubuh ketika berolahraga dapat mencegah virus dan bakteri untuk tumbuh dan berkembang
  • Berolahraga dapat mengurangi produksi hormon stres, yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh

Namun, olahraga yang dimaksud disini adalah olahraga ringan yang dilakukan secara rutin, bukan olahraga berat. Beberapa jenis olahraga yang disarankan adalah:

  • Jalan santai 20-30 menit sehari
  • Lari pagi santai (jogging) 20-30 menit sehari
  • Bersepeda santai 3-4 kali seminggu
  • Senam di gym 2 hari sekali

Selain berolahraga, sistem kekebalan tubuh yang baik pun harus ditunjang dengan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak asupan air putih serta pengendalian stres yang bijak. Namun, jika batuk berdahak tidak kunjung sembuh dalam 3 hari, atau muncul gejala lain seperti demam, batuk darah, dahak berwarna kehijauan, sesak, bunyi mengi, nyeri dada, atau bengkak tubuh, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, rontgen, atau cek dahak untuk menegakkan diagnosis. Selanjutnya, penanganan yang tepat akan diberikan sesuai penyebab yang mendasari. Sekian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Ditinjau: dr. Nadia Nurotul Fuadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *