Home / Daerah / KADIN DIY Jadi Simpul Strategis Kolaborasi Ekonomi Tangguh

KADIN DIY Jadi Simpul Strategis Kolaborasi Ekonomi Tangguh

Sleman,REDAKSI17.COM– Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan peran strategis Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY sebagai simpul kolaborasi dunia usaha dalam memperkuat struktur ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing. KADIN diharapkan mampu menjembatani kepentingan pengusaha kecil dan besar, menyinergikan kebijakan pemerintah dengan dunia usaha, serta menghubungkan potensi lokal dengan peluang global.
Penegasan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam Pelantikan Pengurus KADIN DIY Masa Bakti 2025–2030 yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, Sabtu (31/01). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dan dihadiri jajaran Forkopimda DIY, para kepala perangkat daerah, pimpinan KADIN DIY, pelaku usaha, serta mitra strategis sektor publik dan swasta.
Sri Sultan menyampaikan dari simpul kolaborasi tersebut akan tumbuh kepercayaan dan semangat gotong royong sebagai fondasi penguatan ekosistem usaha di DIY. KADIN DIY diharapkan mampu melahirkan lebih banyak local champion di berbagai sektor strategis, seperti pangan, UMKM, ekonomi kreatif, serta industri kecil dan menengah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dunia usaha diibaratkan seperti bambu yang luwes, tetap tegak di tengah terpaan angin perubahan. Dunia bergerak sangat cepat. Rantai pasok bergeser, pola konsumsi berubah, teknologi berkembang tanpa jeda. Namun kemajuan tetap ditentukan oleh kepemimpinan, bukan semata mesin dan modal, melainkan kejernihan akal, ketajaman rasa, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan,” paparnya.
Sri Sultan menambahkan kegagalan organisasi dalam memanfaatkan inovasi kerap bukan disebabkan keterbatasan teknologi, melainkan ketidakmampuan pemimpin dalam menata ulang proses kerja, budaya organisasi, dan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, perubahan sejatinya selalu bermula dari kepemimpinan.
“Ekonomi DIY tumbuh dari denyut kehidupan rakyat, mulai dari sektor pangan sebagai akar ketahanan, pariwisata sebagai wajah peradaban, ekonomi kreatif sebagai jiwa, serta manufaktur dan industri kecil sebagai otot penggerak kesejahteraan. Ketika seluruh elemen ini bergerak selaras, akan terbangun tubuh ekonomi DIY yang utuh dan tangguh,” tuturnya.
Pemberdayaan UMKM, lanjut Sri Sultan, bukan sekadar program ekonomi, melainkan strategi kebudayaan dan kemandirian masa depan. Nilai tersebut sejalan dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang terjabarkan dalam Tri Satya Brata, yakni menjaga lingkungan, memperkuat negara, serta memuliakan manusia melalui ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Di tengah dinamika global, Sri Sultan menekankan pentingnya kepemimpinan dunia usaha yang adaptif dan kolaboratif, serta mampu menjadikan organisasi sebagai ekosistem pembelajar sepanjang hayat. “Saya mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus KADIN DIY yang hari ini dilantik. Amanah ini merupakan panggilan untuk menjadikan dunia usaha DIY semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing,” ucapnya.
Usai pelantikan, Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi menyampaikan hingga kini KADIN DIY telah mendampingi sekitar 200–300 pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan. Selain itu, KADIN DIY juga mendorong masuknya investasi hijau secara selektif dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Kami berpesan kepada investor yang masuk ke DIY agar tumbuh bersama masyarakat, menerapkan konsep investasi hijau, dan tidak menimbulkan polusi. DIY ingin berkembang bersama investor yang sejalan dan berkelanjutan,” tegasnya.
GKR Mangkubumi menyatakan KADIN DIY berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemda DIY dalam mendukung RPJMD dan visi pembangunan Gubernur DIY melalui penguatan peran dunia usaha, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, serta peningkatan investasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Dalam menjalankan perannya, KADIN DIY meneguhkan filosofi utama Yogyakarta sebagai landasan nilai dan etika organisasi, selaras dengan moto KADIN.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi dukungan Gubernur DIY terhadap KADIN. Menurutnya, KADIN DIY merupakan contoh organisasi yang harmonis dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Seperti arahan Sri Sultan, KADIN adalah simpul penghubung pelaku usaha besar dan kecil, global dan lokal, kebijakan dan dunia usaha. Dengan kepengurusan baru, kami berharap KADIN DIY semakin kompak, bertumbuh dan mampu memanfaatkan peluang ke depan,” pungkasnya.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *