
KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Suasana khidmat menyelimuti Musholla Mathla’ul Ummah, Siwates , Kaligintung, Temon, saat berlangsungnya Pengajian Sholawatan Malam Ahad Wage bersama Gus Sulis pada Sabtu malam (31/01/2026). Lantunan sholawat yang menggema tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi magnet pemersatu bagi ratusan warga yang memadati lokasi.
Hadir memberikan sambutan, Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, memberikan penghargaan tinggi atas konsistensi pengurus Musholla Mathla’ul Ummah dalam menjaga tradisi keagamaan. Beliau memandang kegiatan ini sebagai “ruang sejuk” di tengah dinamika sosial masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, saya sangat mengapresiasi masyarakat yang secara istiqamah menyelenggarakan sholawat Ahad Wage ini. Ini bukan sekadar ibadah, tapi menjadi media penguatan ukhuwah dan kerukunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat sholawat sebagai pemantik kepedulian sosial. Ia mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya peran aktif dan kepedulian antar tetangga dan masyarakat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pembangunan sejati adalah yang tumbuh dari keikhlasan dan gotong royong, seperti membantu tetangga yang sakit atau kesulitan,” tegas Ambar.
Ketua Panitia, H. Ganjar Aji Saroso, S.ST., M.Si., membuka acara dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tokoh dan instansi yang hadir mendukung kelancaran acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Kulon Progo, jajaran Forkopimda, Forkopimkap Temon, hingga pengurus MWC NU Temon yang telah berkenan hadir mendukung majelis sholawat malam hari ini,” ungkapnya.
H. Ganjar juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif selama acara berlangsung demi kenyamanan bersama.
“Semoga para hadirin dapat menjaga ketertiban dan kebersamaan. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan ini masih terdapat kekurangan,” tambah Ganjar.
Senada dengan panitia, Lurah Kaligintung, Mukholis Fuad, memuji semangat gotong royong warganya yang menjadi kunci suksesnya acara besar ini. Ia menilai kekompakan warga Siwates adalah modal utama pembangunan desa.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berjibaku menyelenggarakan acara ini. Mari kita tunjukkan mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW agar kita mendapatkan syafaatnya dan semoga kita bisa damai, ayom, ayem, titi, tentrem,” tutur Fuad.
Kehangatan acara semakin terasa dengan antusiasme jamaah yang hadir dari Kokap , Nur (47), salah satu peserta yang datang bersama rombongannya, mengungkapkan rasa bahagianya bisa rutin mengikuti majelis ini setiap bulan.
“Sangat senang sekali, selain menambah ilmu agama, kami bisa bersilaturahmi dengan warga lain. Harapannya tentu mendapat keberkahan hidup melalui wasilah sholawat ini,” ujar Nur.
Dengan kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai religius dan budaya gotong royong masih mengakar kuat dalam masyarakat Kaligintung.


