Home / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Anjlok Lagi, Investor Tunggu Hasil Pertemuan BEI-OJK dan MSCI

IHSG Anjlok Lagi, Investor Tunggu Hasil Pertemuan BEI-OJK dan MSCI

Jakarta,REDAKSI17.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Senin (2/2) pagi ini. Sebelumnya, IHSG sempat menguat usai koreksi dalam yang terjadi pada Rabu dan Kamis (28-29 Januari) kemarin.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah sejak pembukaan perdagangan. Kemudian pukul 10.10 WIB, IHSG kembali merosot 4,54% ke level 7.955,36. Indeks saham sempat melemah menyentuh titik terendahnya pada level 7.904,17.

Mengutip laporan dari MNC Sekuritas, melemahnya indeks pagi ini terjadi karena investor masih menunggu kepastian dari pertemuan Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan MSCI. Sejumlah saham juga tercatat melemah pada awal sesi I perdagangan hari ini.

Sejumlah sektor yang tercatat melemah di antaranya, IDX Basic sebesar 9,51%, IDX Cyclical sebesar 7,13%, dan IDX Energy sebesar 7,39%. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkap ada sejumlah saham pemberat pergerakan IHSG hari ini.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) misalnya, melemah 12,40% ke harga Rp 226 per lembar saham. Kemudian PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 12,11% ke harga Rp 3.700 per lembar saham. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 14,07% ke harga Rp 464 per lembar saham.

Selain itu PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 14,89% ke harga Rp 6.000 per lembar saham. Kemudian juga PT RMK Energy Tbk (RMKE) yang melemah 13,07% ke harga Rp 4.390 per lembar saham.

“Pasar cenderung wait and see menjelang komunikasi resmi BEI dengan MSCI terkait ketentuan transparansi data free float,” ungkap Herditya dalam risetnya, Senin (2/2/2026).

Secara teknikal, Herditya menyebut area koreksi minimal di 7.945 hingga 8.189 sudah tercapai. Untuk support, ia menetapkan di level 7.762 dan resistance pada level 8.341.

Selain karena kepastian MSCI, ia mengatakan turunnya harga komoditas emas dunia menjadi sentimen negatif bagi emiten berbasis emas. Selain itu, sejumlah emiten konglomerasi hari ini juga terpantau turut membebani gerak IHSG hari ini.

“Tercatat harga komoditas emas dunia turun ke area US$ 4,800/toz dimana menjadi sentimen negatif bagi emiten gold related di IHSG. Emiten konglomerasi terpantau membebani pergerakan IHSG,” ungkapnya.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan pertemuan BEI-OJK dan MSCI dinanti pasar sebagai komitmen memperbaiki pasar modal. Ke depan, investor berharap transparansi BEI bisa terus ditingkatkan.

“Takutnya jika kita tidak mengindahkan MSCI, nanti jadi Frontier Market. Tapi mudah-mudahan tidak,” jelasnya Nafan.

Selain itu, investor saat ini juga masih mencermati penunjukan Kevin Warsh oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di kursi pimpinan The Fed yang dianggap lebih pro terhadap pemangkasan suku bunga. Kemudian, investor juga masih menanti data makro ekonomi Amerika Serikat (AS).

“Jadi, harapan penurunan suku bunga tahun ini, ya, maksimal 2%, minimal 1%. Jadi, bisa meningkatkan likuiditas,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *