BANTUL,REDAKSI17.COM – Kabupaten Bantul tengah memperingati hari jadi ke-192 yang jatuh pada Kamis (20/7/20223). Beberapa rangkaian kegiatan digelar untuk memperingati berdirinya Kabupaten Bantul.
Salah satu agenda yang dilakukan adalah Kirab Ingkungan ziarah makam Mangun Negoro pada Rabu (19/7/2023) kemarin.
Kirab ini merupakan agenda rutin bagi Pemerintah Kabupaten Bantul, terutama saat peringatan berdirinya Kabupaten Bantul
Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Mangun Negoro, adalah salah satu perintis yang memberikan sumbangsih dalam pembangunan Kabupaten Bantul.
Ia juga merupakan bupati pertama yang berkuasa di Bumi Projotamansari. Memimpin selama 14 tahun sejak 20 Juli 1931 hingga tahun 1845, Mangun Negoro dimakamkan di Kompleks Pemakaman Sasono Sentono, Pagergunung I, Sitimulyo, Piyungan.
Makam KRT Mangun Negoro terbuat dari jirat batu marmer yang berada di dalam cungkup.
Bangunan Cungkup makam KRT Mangunnegoro mempunyai atap joglo berukuran 16, 24 m x 16,35 m.
Cungkup memiliki empat sakaguru yang terbuat dari semen berukuran 36 cm x 36 cm dengan ketinggian 4,41 m umpak sakaguru berbahan semen berukuran 41 cm x 41 cm bagian atas, 62 cm x 65 cm di bagian bawah.
Tiang penanggap berjumlah dua belas buah juga terbuat dari semen berukuran 20 x 20 cm tinggi 3,43 m.
Umpak tiang penanggap berukuran 24 cm x 24 cm bagian atas dan 27 cm x 27 cm di bagian bawah.
Selain KRT Mangun Negoro di dalam cungkup tersebut juga terdapat makam Ki Ageng Karutangan, Ki Joko Pagergunung (Ki Ageng Pagergunung) dan Kyai Mondoleko.
Kirab ingkungan ziarah makam Mangun Negoro selalu disambut antusias.
Diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, baik dari jajaran pemerintahan, pegiat kebudayaan, hingga masyarakat umum, arak-arakan kirab berangkat dari Lapangan Sitimulyo dan berakhir di Kompleks Pemakaman Sasono Sentono,kegiatan ini biasanya berbarengan dengan hari jadi kabupaten Bantul.





