Di balik terkenalnya tempe kedelai, ternyata ada jenis tempe lain yang tak kalah menarik dan bergizi tinggi, yaitu tempe benguk. Terbuat dari kacang koro pedang (velvet bean), tempe ini memiliki rasa khas, warna lebih gelap, serta aroma yang unik.
Asalnya dari Yogyakarta, khususnya daerah Kulon Progo, tempe benguk menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat lokal sejak lama. Selain lezat, tempe ini juga mencerminkan kearifan masyarakat dalam memanfaatkan bahan pangan lokal yang melimpah di sekitar mereka.
Meski belum sepopuler tempe kedelai, tempe benguk patut mendapat perhatian lebih karena kandungan gizinya tinggi.
Apa itu Tempe Benguk dan Asal-Usulnya?
Berikut ini bahan utama tempe benguk serta asal-usulnya yang menarik untuk diketahui.
1. Bahan Baku Utama
Tempe benguk bukan terbuat dari kedelai seperti tempe biasa, melainkan dari kacang koro pedang. Kacang ini punya ukuran besar, kulit agak keras, dan berwarna keunguan atau cokelat tua.
Bahan bakunya yang berbeda membuat warna tempe benguk cenderung lebih gelap dan aromanya lebih kuat. Dari tampilannya saja sudah bisa dibedakan dari tempe kedelai yang cenderung berwarna putih pucat.
Meskipun begitu, nilai gizinya tetap tinggi. Kacang koro pedang mengandung protein, serat, zat besi, dan magnesium yang cukup melimpah. Hal ini membuat tempe benguk cocok dijadikan alternatif sumber protein nabati, terutama di daerah yang sulit menanam kedelai.
2. Asal Daerah
Tempe benguk dikenal sebagai makanan lokal dari Yogyakarta, terutama di daerah Kulon Progo. Di sana, tempe ini sudah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat setempat.
Penduduk lokal memanfaatkan kacang koro pedang yang banyak tumbuh di wilayah perbukitan sebagai bahan pangan sehari-hari.
3. Proses Pengolahan Khusus
Beda bahan, beda pula cara membuatnya. Proses pembuatan tempe benguk sedikit lebih panjang dibandingkan tempe kedelai.
Kacang koro pedang harus direbus dan direndam berulang kali selama beberapa jam bahkan semalaman. Tujuannya agar zat alami yang kurang baik bagi tubuh bisa hilang.
Setelah itu, kacang dikeringkan, dibungkus daun, lalu difermentasi menggunakan ragi tempe selama dua hingga tiga hari. Hasil akhirnya adalah tempe dengan aroma yang khas, tekstur agak padat, dan rasa sedikit gurih-pahit yang justru jadi ciri uniknya.
Keunggulan Gizi Tempe Benguk
Berikut ini keunggulan gizi dari tempe benguk yang membuatnya layak jadi sumber protein nabati alternatif. Selain kaya protein, tempe benguk juga mengandung serat, vitamin, dan mineral penting yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
1. Gizi Kacang Koro Pedang
Sebelum membahas kandungan gizi tempe benguk, kenalan dulu dengan gizi dari kacang koro pedang sebagai bahan utamanya.
- Protein tinggi: hampir setara dengan kacang kedelai, baik untuk pertumbuhan dan perbaikan sel
- Karbohidrat kompleks: sumber energi yang lebih stabil, membantu gula darah tetap stabil
- Serat: baik untuk pencernaan dan membantu perut kenyang lebih lama
- Vitamin: kaya vitamin A, C, dan beberapa vitamin B, mendukung daya tahan tubuh
- Mineral: mengandung kalsium, zat besi, dan magnesium, baik untuk tulang dan fungsi tubuh
- Lemak sehat: sedikit, tapi bermanfaat untuk tubuh
2. Sumber Protein dan Serat Tinggi
Sama seperti tempe kedelai, tempe benguk merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh. Kandungan proteinnya membantu menjaga massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan seratnya mendukung sistem pencernaan agar tetap lancar.
3. Kaya Antioksidan
Warna gelap pada kacang koro pedang menandakan tingginya kandungan antioksidan alami. Senyawa ini berperan penting dalam melawan radikal bebas yang bisa menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
Kreasi Masakan dari Tempe Benguk
Berikut ini beberapa olahan lezat dari tempe benguk yang bisa kamu coba di rumah. Rasanya gurih, teksturnya unik, dan pastinya bergizi.
1. Besengek Tempe Benguk
Kalau berkunjung ke Yogyakarta, terutama ke daerah pedesaan Kulon Progo, kamu mungkin akan menemukan hidangan tradisional bernama besengek tempe benguk.
Masakan ini dimasak menggunakan santan kental, gula merah, dan bumbu rempah seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih, serta daun salam. Proses memasaknya cukup lama karena kuah santan dibiarkan menyusut dan meresap sempurna ke dalam potongan tempe.
Hasilnya, tempe benguk jadi gurih legit dengan cita rasa yang kompleks, sedikit pedas, manis, dan beraroma rempah. Biasanya disajikan bersama nasi hangat dan sambal terasi, jadi lauk yang sederhana tapi bikin nagih.
2. Tempe Benguk Goreng
Selain dimasak besengek, tempe benguk juga enak digoreng. Iris tempe agak tipis, celupkan ke dalam adonan tepung berbumbu lalu goreng hingga renyah keemasan.
Buat variasi lain, kamu bisa juga menumis tempe benguk dengan cabai hijau atau mengolahnya menjadi oseng tempe pedas manis khas rumahan. Dengan sedikit kreativitas, tempe lokal ini bisa disulap jadi berbagai hidangan lezat yang nggak kalah dari tempe kedelai biasa.
Tempe benguk adalah bukti bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Dari bahan yang sederhana, masyarakat lokal mampu menciptakan makanan bergizi tinggi, lezat, dan sarat makna budaya.
Dengan mencoba tempe benguk, bukan hanya menikmati rasa yang unik dan khas, tapi juga ikut mendukung keberagaman pangan Nusantara.
Jadi, kalau suatu hari kamu berkunjung ke Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan mencicipi tempe benguk, si superfood lokal yang mungkin belum banyak dikenal, tapi dijamin bikin kamu semakin bangga dengan kuliner Indonesia dan kalo mau jelajah wisata bisa hub 087849378899





