Bogor,REDAKSI17.COM – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 memiliki relevansi dan signifikansi dalam memperkuat hubungan pusat dan daerah. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memastikan keselarasan kebijakan nasional dengan pelaksanaan pembangunan di daerah, khususnya dalam implementasi program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Kemendagri menggelar Rakornas Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah, termasuk kepala daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kepala daerah dan Forkopimda berperan penting dalam memastikan keberhasilan pencapaian target program prioritas Presiden dimana Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran Forkopimda Gunungkidul turut menghadiri rapat.
Mereka merupakan motor utama penggerak penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan di daerah. Karena itu, Rakornas menjadi sarana untuk membangun kesamaan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta menyinergikan langkah kebijakan pusat dan daerah.
*Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026: Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045*
Pemerintah secara resmi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, acara ini menjadi momentum penting karena dihadiri langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk memberikan arahan strategis kepada jajaran pemerintah di seluruh tingkatan.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini mengangkat tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas tahun 2045”.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang semula direncanakan pada awal Januari, namun baru terlaksana pada Februari dikarenakan padatnya agenda kenegaraan.” ujar Kepala Kemendagri.
Tito Karnavian mengatakan, Rakornas tahun 2026 mencatatkan sejarah baru dalam hal kepesertaan. Berdasarkan arahan Presiden, wakil kepala daerah (Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota) turut hadir untuk pertama kalinya dalam rapat koordinasi tingkat nasional ini, di mana sebelumnya undangan hanya terbatas pada kepala daerah saja.
“Secara total, terdapat 4.011 peserta yang hadir dimana Peserta terdiri dari Tingkat Pusat (525 orang) Meliputi para Menteri Koordinator, Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, pimpinan lembaga non-kementerian, serta pejabat eselon 1.” papar Tito Karnavian.
Lebih lanjut, dari Tingkat Daerah diikuti oleh 3.486 orang meliputi Gubernur, Bupati, Walikota, beserta wakilnya, serta Ketua DPRD tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Kepala Kemendagri menjelaskan, Penyelenggaraan Rakornas ini bertujuan untuk menciptakan kesamaan gerak langkah antara pusat dan daerah dalam mengoptimalkan keberhasilan pembangunan di tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029.
“Dalam Rakornas ini program-program strategis dibahas secara mendalam dalam tiga sesi utama yakni Sesi Ekonomi dan Investasi Menghadirkan Menko Bidang Perekonomian serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM untuk membahas kebijakan ekonomi dan energi.” kata Kepala Kemendagri.
Kemudian dilanjutkan Sesi Pangan dan Kesejahteraan yang mana fokus pada program unggulan seperti Swasembada Pangan, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Program Makan Bergizi Gratis yang dipaparkan oleh Menko Bidang Pangan, Menteri Pertanian, dan Kepala Badan Gizi Nasional.
“Dan Sesi Penegakan Hukum menghadirkan Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Ketua KPK untuk membahas pengawalan hukum terhadap seluruh program strategis Presiden.” ujarnya.
*Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Pemimpin Jujur dan Adil dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah*
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan tegas mengenai peran aparatur pemerintahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.
Dalam taklimatnya, Presiden menekankan bahwa setiap pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus menyadari tanggung jawab mereka sebagai **pemimpin rakyat** yang bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
Presiden mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia pada dasarnya mendambakan kehidupan yang tenang dan harmonis. Ia menggarisbawahi bahwa masyarakat merindukan sosok pemimpin yang memiliki integritas tinggi.
“Mereka berharap bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat, semuanya bukan segelintir orang,” ujar Presiden. Ia juga mengingatkan bahwa rakyat tidak menyukai pemimpin yang hanya fokus pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Forum Rakornas ini dianggap sebagai momentum yang sangat strategis karena berhasil mempertemukan hampir 99 persen unsur pemerintahan Republik Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Atas terselenggaranya acara ini, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat semangat kolektif seluruh jajaran pemerintahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka kepada bangsa dan negara.
Selain membahas internal pemerintahan, Presiden juga menyoroti pandangan dunia internasional terhadap Indonesia. Beliau menyebutkan adanya keraguan dari pihak luar negeri mengenai kemampuan Indonesia untuk bersatu di tengah keberagaman suku, etnis, ras, agama, dan bahasa yang sangat kompleks. Namun, Presiden menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mematahkan keraguan tersebut.
“Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana negara yang sekian banyak suku bangsa… bisa berkumpul, bisa bersatu bisa mengejar cita-cita dalam satu kerangka negara kesatuan negara Indonesia,” ungkap Prabowo.
Menurutnya, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang dipersatukan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk mencapai cita-cita bersama.
Melalui sinergi yang dibangun dalam Rakornas ini, pemerintah berharap visi Asta Cita dapat terimplementasi dengan baik di seluruh pelosok daerah demi mencapai target besar Indonesia Emas 2045.
*Presiden Pimpin Rakornas 2026: Fokus pada Sinkronisasi Program Nasional dan Pelestarian Alam*
Ditemui seusai mengikuti Rakornas, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan Fokus utama dari pertemuan besar ini adalah untuk mensinkronkan program pemerintah nasional dengan program di tingkat daerah, guna memastikan seluruh kebijakan berjalan selaras di seluruh penjuru Indonesia.
“Dalam arahannya, Presiden meminta seluruh kepala daerah untuk memastikan Program Strategis Nasional (PSN) berjalan dengan baik.” ungkap Bupati Gunungkidul.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan, beberapa poin utama yang menjadi sorotan antara lain adalah implementasi program MBG serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Selain masalah administratif dan ekonomi, Presiden juga memberikan perhatian khusus pada kelestarian alam, terutama kebersihan laut yang dinilai masih kotor di banyak titik.
“Sebagai solusi konkret, Presiden memerintahkan agar anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga SMP diwajibkan secara berkala membersihkan lingkungan demi menjaga kelestarian alam tetap terjaga.” kata Bupati Endah.
Di sektor pendidikan, pemerintah juga berencana melakukan ekspansi besar-besaran dengan target mendirikan lima atau enam kampus baru serta pembangunan sejumlah sekolah dasar (SD) dan berbagai program edukasi lainnya untuk masa depan.
“Melalui Rakornas ini, pemerintah berharap adanya kesatuan visi antara pusat dan daerah dalam mengeksekusi ide-ide besar Presiden, mulai dari pembangunan infrastruktur pendidikan hingga gerakan sosial menjaga lingkungan.” ujar Bupati Endah.



