Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan CEO Embraer Commercial Aviation Arjan Meijer di Istana Merdeka, Jakarta. Diskusi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pertemuan tersebut fokus pada perkembangan terkini industri penerbangan global serta potensi adaptasi teknologi canggih di Indonesia.
Embraer, perusahaan manufaktur pesawat asal Brazil, dikenal sebagai produsen pesawat terbesar ketiga di dunia dengan lini produk yang mencakup pesawat komersial hingga pesawat tempur. Kehadiran perwakilan Embraer menandakan adanya minat serius dalam menjalin kolaborasi strategis. Pertemuan berlangsung pada Senin, 2 Februari, setelah Presiden Prabowo memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Dalam diskusi tersebut, topik utama yang dibahas meliputi ekosistem penerbangan di Indonesia dan berbagai teknologi pesawat terbaru yang berpotensi diadopsi. Presiden Prabowo memberikan arahan agar sektor penerbangan nasional mampu mengikuti dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi global. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memajukan industri aviasi tanah air.
Arahan Presiden Prabowo untuk Kemajuan Teknologi Penerbangan Nasional
Sekretariat Presiden mengonfirmasi bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya bagi Indonesia dan maskapai nasional untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi global. Arahan ini mencerminkan visi pemerintah untuk memastikan industri penerbangan Indonesia tidak tertinggal dari perkembangan dunia. Fokusnya adalah pada adopsi teknologi-teknologi terbaru yang dapat meningkatkan efisiensi dan kapabilitas penerbangan di tanah air.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, menambahkan bahwa Presiden Prabowo sangat menginginkan agar industri penerbangan Indonesia dapat terlibat aktif dalam perkembangan teknologi penerbangan global. Hal ini bukan hanya tentang penggunaan, tetapi juga partisipasi dalam inovasi dan pengembangan teknologi. Diskusi ini membuka peluang bagi kolaborasi lebih lanjut dalam bidang riset dan pengembangan aviasi.
Glenny menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas pesawat-pesawat super canggih dan teknologi mutakhir yang ada saat ini. Presiden Prabowo berharap Indonesia dapat menjadi bagian integral dari kemajuan ini. Meskipun demikian, Glenny menegaskan bahwa belum ada rencana pembelian pesawat baru, termasuk dari Embraer, dalam waktu dekat. Pertemuan ini murni berfokus pada koordinasi teknologi.
Peran Embraer dan Penggunaan Pesawatnya di Indonesia
Embraer merupakan pemain kunci dalam industri penerbangan global, dikenal sebagai produsen pesawat terbesar ketiga di dunia. Portofolio produknya sangat beragam, mulai dari pesawat komersial yang melayani rute regional hingga pesawat tempur canggih. Perusahaan ini memiliki rekam jejak panjang dalam inovasi dan keandalan produknya di berbagai belahan dunia.
Indonesia sendiri telah menjadi pengguna pesawat buatan Embraer, khususnya pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano. Pesawat-pesawat ini memiliki peran vital dalam misi-misi pertahanan udara nasional. Belasan unit Super Tucano saat ini aktif beroperasi di Skadron Udara 21 Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Pesawat Super Tucano digunakan dalam berbagai misi, termasuk latihan militer TNI Angkatan Udara, menunjukkan kepercayaan Indonesia terhadap teknologi Embraer. Pertemuan ini, meskipun belum mengarah pada pembelian, menggarisbawahi potensi kemitraan strategis yang lebih luas antara Indonesia dan Embraer dalam pengembangan teknologi penerbangan masa depan. Diskusi ini menjadi langkah awal penting untuk eksplorasi lebih lanjut.





