Foto: Presiden Prabowo Subianto mengatakan Gedung Putih (White House) yang merupakan kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS) turut mempelajari program MBG. (YouTube Setpres)
Bogor,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan cukup berhasil. Dia mengaku kaget program MBG menarik perhatian internasional.
Prabowo mengatakan ahli dari Gedung Putih (White House) yang merupakan kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS) sedang mempelajari MBG.
“Saya baru sehari lalu, para ahli, pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita sendiri,” kata Prabowo dalam Taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo mengatakan MBG juga menjadi percontohan dalam penyaluran makanan bergizi kepada masyarakat. Hingga saat ini, telah ada 60 juta orang menjadi penerima manfaat MBG.
Pemerima manfaat itu terdiri dari pelajar, ibu hamil, hingga lansia. Prabowo mengaku kaget karena White House turut mempelajari MBG.
“Coba tanya di dunia ini. Saudara-saudara, sekarang ini kita menjadi role model, kita mau dipelajari. Kasih lihat, kasih tahu saya, negara mana? Dan Saudara mungkin ada yang percaya dan tidak. Saya juga kaget lho, kok White House mempelajari Makan Bergizi kita ini?” ucap dia.
Terima Pihak Rockefeller Institute
Beberapa bulan lalu, Prabowo mengaku menerima pihak Rockefeller Institute yang ingin tahu lebih jauh soal program MBG. Prabowo menceritakan, pihak Rockefeller Institute menyebut program MBG sebagai investasi jangka panjang suatu negara terkait sumber daya manusia (SDM).
“Tiga-empat bulan lalu, kita terima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya dan dia mengatakan, Makan Bergizi Gratis itu adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara,” kata Prabowo.
Dia mengatakan program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk Indonesia. Target selanjutnya, penerima manfaat MBG sebanyak 82 juta orang.
“Satu dolar atau Rp 1 yang kita keluarkan untuk Makan Bergizi akan menimbulkan lipat ganda, minimal 5 kali. Dan dalam jangka panjang, akan 30 lipat kali investasinya itu,” ucap dia.
Prabowo awalnya mengatakan MBG adalah program prioritas pemerintahannya setelah swasembada energi dan swasembada pangan. Selain itu, Prabowo mengatakan program MBG turut menciptakan 1 juta lapangan kerja dibuka untuk mengurus MBG melalui SPPG.
“Ada kecenderungan, para orang pintar kita lebih percaya orang asing daripada bangsanya sendiri. Ya cek saja ke Rockefeller Institute, karena mereka tidak akan percaya dengan orang-orang ini. Saya nggak ngerti mereka itu pemikirannya seperti apa, tapi tetap harus kita ajak bicara,” ucapnya.
Dia menilai program MBG berhasil. Dia mengaku tak paham soal ada pihak yang terus mengkritik program MBG.
“Tidak ada yang menduga kita mampu. Banyak, bahkan orang-orang hebat meramalkan, pasti gagal. Sekian ribu keracunana, kita makan di restoran paling mahal di Jakarta saja, ada yang keracunan. Kalau kita jumlahkan, berapa ribu yang keracunan, dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,008. Artinya apa? Artinya 99,99% usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” ucap dia.
1 Juta Lapangan Kerja dari MBG
Prabowo menegaskan, sebanyak 60 juta orang telah menerima program MBG. Dari program MBG, 1 juta lapangan pekerjaan tercipta melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Dengan kondisi sekarang saja hari ini MBG telah, ada dapur SPPG yang sudah operasional 22.275 dapur operasional, dalam proses penilaian dan pengajuan 13.829. Dengan 22 ribu saja sekarang kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta. 22 kali 5 orang yang digaji tiap hari. Sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta,” kata Prabowo.
Dia menambahkan, 22.275 dapur MBG itu membutuhkan pemasok tomat, sayur, telur, ikan, ayam, daging, dan sebagainya di tiap desa. Di setiap dapur bisa menimbulkan 10 sampai 20 orang pemasok.
“Itu nanti di ujungnya kalau kita sampai 82 juta (penerima MBG) kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja saudara-saudara,” ujarnya.
Dia mengaku memahami bahwa rakyat butuh pekerjaan. Tapi lapangan pekerjaan, lanjutnya, tidak akan tercipta jika hanya teriak-teriak, mencela, dan menghardik.
“Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG,” tuturnya.





