Home / Ekonomi dan Bisnis / BSI Resmi Naik Kelas Jadi Persero, Perkuat Pembiayaan Konsumer-Ritel

BSI Resmi Naik Kelas Jadi Persero, Perkuat Pembiayaan Konsumer-Ritel

Foto: Dok. BSI

Jakarta,REDAKSI17.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggelar Tasyakuran Milad BSI ke-5 di BSI Tower Jakarta dalam rangka peresmian status sebagai perusahaan Persero, hari ini. BSI juga meluncurkan kampanye ‘Langkah Emas Generasi Emas’ sebagai gerakan sosialisasi produk dan layanan BSI. Hal ini sejalan dengan status BSI sebagai satu-satunya bank emas di Indonesia.
Diketahui, BSI resmi menyandang status sebagai perusahaan Persero pada 23 Januari lalu. Perubahan status ini merupakan konsekuensi dari putusan pemegang saham pada RUPSLB pada 22 Desember 2025 terkait perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Putusan tersebut kemudian memperoleh persetujuan Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026 dan telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada situs IDX. Untuk itu, selanjutnya penulisan nama BSI disesuaikan menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

“Manajemen BSI siap mendukung langkah strategis yang ditetapkan Pemerintah RI yang selaras dengan arah kebijakan nasional dalam rangka penguatan ekosistem keuangan syariah nasional,” ujar Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Anggoro menjelaskan amanah pemegang saham yang telah diputuskan di dalam RUPSLB akan memperkuat kapasitas dan kapabilitas BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Dengan begitu, BSI dapat mendorong ekonomi syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional selain mendorong pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

BSI juga menegaskan upaya untuk menjalankan mandat tersebut dengan tetap mengedepankan governance dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait. Anggoro menegaskan Manajemen BSI optimistis penyesuaian status sebagai Persero dapat mendukung penguatan ekosistem Danantara, khususnya sektor keuangan. Hal ini juga serta selaras dengan implementasi ketentuan Undang-Undang BUMN yang menegaskan peran BPI Danantara sebagai pengelola aset dan investasi BUMN.

BSI juga akan terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia, IT dan infrastruktur, serta memperbaiki layanan agar dapat berkontribusi bagi masyarakat luas. Hal ini terutama dalam kedudukan bank sebagai motor penggerak pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

”BSI telah menapaki lima tahun sebagai milestone pertama dengan sangat baik, dan sekarang siap untuk milestone selanjutnya,” papar Anggoro.

Pembiayaan untuk Masyarakat Luas

Sejak awal merger, BSI fokus menjalankan fungsi intermediasi dengan fokus penyaluran pembiayaan yang bermanfaat langsung kepada masyarakat luas. Mayoritas pembiayaan BSI disalurkan pada pada bisnis ritel dan konsumer terutama di ekosistem halal.

Kondisi tersebut membawa dampak terhadap kinerja Perseroan yang cukup solid hingga tutup buku tahun 2025. Tercatat, 90% penyaluran pembiayaan BSI didistribusikan kepada segmen Ritel, Konsumer UMKM dan Komersial skala kecil dengan lingkup ekosistem Pendidikan dan Lembaga Kesehatan. Pembiayaan tersebut diberikan pegawai, pengusaha mikro, kecil dan menengah dan ekosistem BUMN.

”Kami bersyukur BSI hadir dan melayani umat dengan sepenuh hati melalui penyaluran pembiayaan yang berfokus pada segmen Konsumer & Retail untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,” tegas Anggoro.

Anggoro mengungkapkan hal tersebut masih menjadi fokus pengembangan Perseroan ke depan, ditambah dengan amanah yang baru disematkan kepada BSI sebagai bank pertama dan satu-satunya yang memiliki izin sebagai bank bulion.

Izin sebagai bank bulion turut meningkatkan kinerja BSI dengan total pembelian emas melalui aplikasi BYOND mencapai di atas 2,1 ton sejak awal peluncuran hingga akhir Desember 2025. Layanan bulion juga memperluas customer base menjadi lebih inklusif dengan total jumlah nasabah lebih dari 23 juta.

Lebih lanjut, Anggoro menyampaikan layanan bulion hadir sebagai bentuk demokratisasi investasi emas kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cara mudah melalui aplikasi BYOND. Aplikasi ini dapat diakses 24 jam dan menawarkan harga yang terjangkau mulai dari sekitar Rp50.000.

Anggoro mengungkap selain layanan bulion, BSI juga aktif mensupport program pemerintah melalui program rumah bersubsidi FLPP, pembiayaan mikro KUR, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam konteks Corporate Social Responsibility, BSI juga berkontribusi dalam recovery musibah pascabencana hidrometeorologi di Sumatera khususnya Aceh, dengan total bantuan di atas 210 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *