TEGALREJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menggiatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, kambing dan domba. Vaksinasi untuk mencegah potensi penularan PMK karena kasus penyakit itu kembali meningkat di beberapa kabupaten di DIY. Sampai kini, tidak ada temuan kasus PMK di Kota Yogyakarta.

Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta drh Imam Abror mengatakan kegiatan vaksinasi PMK pada sapi, kambing dan domba di peternak untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK. Terutama karena kembali tingginya kasus PMK di kabupaten-kabupaten di DIY.

“Ini coba kita berikan langkah preventif untuk diberikan vaksin PMK supaya sapi-sapi (dari luar) yang kemudian nanti masuk ke Kota Yogyakarta tidak menulari sapi-sapi dan kambing domba yang ada di Kota Yogyakarta,” kata  drh Imam ditemui saat vaksinasi PMK sapi dan domba di kelompok ternak di Bener, Tegalrejo, Selasa (3/1/2026).

Petugas medik veteriner dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyuntikan vaksin PMK pada ternak sapi di kandang kelompok ternak sapi di Bener.

Dalam kegiatan vaksinasi PMK di kelompok ternak di Bener menyasar 9 ekor sapi dan 19 ekor domba. Dia menyatakan vaksinasi PMK pada sapi di Bener rata-rata adalah booster atau vaksin lanjutan. Sedangkan vaksinasi PMK pada domba kebanyakan adalah vaksin pertama. Rencana vaksinasi PMK di Kota Yogyakarta dilaksanakan pada 3-5 Februari 2026. Jumlah vaksin yang disiapkan sekitar 120 dosis vaksin dengan sasaran sapi 40 ekor, kambing dan domba 160 ekor.

PMK disebabkan oleh virus Aphthovirus yang rentan menyerang pada hewan berkuku belah seperti sapi, kambing dan domba. Gejala-gejala PMK antara lain adanya luka lesi pada mulut dan kaki khususnya bagian kuku. Kondisi hewan ternak biasanya tidak bisa berdiri dan kadang sampai lepas kuku.

“Dampak buruknya terutama kerugian ekonomi. Walaupun tingkat kematian di hewan tidak terlalu tinggi, tapi bisa berdampak sapi maupun domba kambing memiliki rasa sakit yang tinggi. Produktivitas akan menurun, berat badan akan menurun, sehingga kerugian peternak itu ada di situ,” terangnya.

Domba-domba di wilayah Bener juga menjadi sasaran vaksinasi PMK.

Pihaknya mengajak peternak maupun masyarakat yang memiliki ternak sapi, kambing dan domba untuk melaporkan kepada petugas atau Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta agar diberikan vaksin PMK. Selain itu terkait  lalu lintas ternak, peternak diimbau untuk tidak membeli sapi, kambing dan domba dahulu untuk mencegah penularan PMK.

“Kalau misalkan terpaksa harus membeli, juga harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Kemudian nanti lapor petugas supaya bisa langsung dicek kondisi sapi yang habis dibeli,” papar drh. Imam.

Sementara itu Ketua Kelompok Ternak Sapi Tri Handani Rejo, di Bener, Kemantren Tegalrejo, Banardi mengucapkan terima kasih atas giat vaksinasi PMK dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Yogyakarta. Pemberian vaksin PMK itu membantu para peternak untuk mencegah penyakit PMK dan menjaga kesehatan ternak. Dia mengaku juga khawatir  ternaknya bisa tertular dengan kasus PMK di kabupaten lain di DIY yang kembali meningkat.

“Sangat-sangat mendukung sekali programnya untuk vaksinasi PMK yang kedua kali (booster). Sangat membantu untuk kesehatan ternak sapi-sapi itu sendiri.  Kami mohon jangan sampai bisa tertular dari daerah lain. Kita rutin pembersihan sapi, sanitasi dari kesehatan hewan itu sendiri, lingkungannya. Lebih hati-hati dan lebih memperhatikan ternak kesehatan ternaknya. Harapan dari peternak sendiri, sapi itu sehat-sehat betul dan untuk penambahan kesejahteraan peternak,” tutur Banardi yang memiliki empat ekor sapi.

Hal senada juga disampaikan oleh peternak domba di Bener, Dede Nugroho. Dia menyambut baik vaksinasi PMK dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Ia berharap dengan vaksinasi itu, kambing-kambing tidak terkena PMK. “Biar tidak terkena (PMK). Biar sehat” imbuh Dede.