Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta,REDAKSI17.COM – Perusahaan baja asal Jepang, Osaka Steel Co, Ltd. menutup pabrik yang dikelola anak usaha terkonsolidasinya di Indonesia, PT Krakatau Osaka Steel. Rencana penutupan operasional ini juga sudah diterima dan dikonfirmasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
“Oh iya, sudah (dapat kabar penutupan PT Krakatau Osaka Steel),” kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya penutupan pabrik ini dilakukan karena perusahaan sedang mengalami masalah keuangan. Sehingga usaha induk Osaka Steel di Jepang memutuskan untuk menghentikan operasionalnya di Indonesia karena sudah tidak sanggup bersaing.
“Kalau itu memang ada indikasi bahwa perusahaan Osaka Steel memang memiliki kesulitan keuangan,” terangnya.
“Jadi memang ada call dari pusat bahwa mereka tidak bisa bersaing dengan yang lain-lain dan kesulitan keuangan sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk menutup,” sambung Faisol.
Sebelumnya dalam catatan detikcom, kabar pembentukan PT Krakatau Osaka Steel (KOS) pertama kali mencuat pada 2014 lalu. Perusahaan ini merupakan hasil joint venture antara Osaka Steel Jepang dengan PT Krakatau Steel (Persero).
Perjanjian definitif pembentukan usaha patungan PT KOS ditandatangani oleh Presiden Direktur PTKS Irvan K Hakim bersama Presiden Direktur Osaka Steel Co Ltd Junji Uchida, di Jakarta pada awal september 2014.
Pabrik PT KOS berlokasi di Kawasan Industri Krakatau Cilegon, menempati luas area 21,6 hektare (ha), dengan modal disetor sebesar US$ 70 juta. Osaka Steel Co Ltd memiliki 80% saham PT KOS dan 20% dimiliki oleh PTKS.
Pabrik baja ini pertama kali beroperasi secara komersil pada 25 Januari 2017. Kala itu, pembangunan pabrik ini menelan dana investasi hingga US$ 220 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun (Rp 13.000/US$).





