Sumitro Djojohadikusumo (1917–2001) adalah ekonom terkemuka Indonesia berjuluk “Begawan Ekonomi”, pendiri Fakultas Ekonomi UI, dan menteri di era Orde Lama serta Orde Baru. Ayah Prabowo Subianto ini dikenal dengan pemikiran ekonomi pembangunan, peran aktif negara, serta kontribusinya dalam mencetak teknokrat Indonesia, meskipun sempat terlibat pemberontakan PRRI.
Berikut adalah poin-poin penting biografi Sumitro Djojohadikusumo:
- Latar Belakang & Pendidikan: Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 29 Mei 1917. Ia menempuh studi di Belanda dan kembali ke Indonesia pada tahun 1943 untuk berkarir.
- Begawan Ekonomi: Dikenal sebagai pendiri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada 1951 dan pelopor pemikiran ekonomi pembangunan di Indonesia.
- Karier Politik & Pemerintahan: Menjabat sebagai menteri di berbagai departemen, termasuk Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Menteri Keuangan, dan Menteri Riset, baik pada masa Orde Lama maupun Orde Baru.
- Peran “Mafia Berkeley”: Sumitro dianggap sebagai tokoh kunci di balik kelompok ekonom Indonesia yang berpendidikan Berkeley (Mafia Berkeley) yang merancang arah ekonomi Orde Baru, meskipun ia menegaskan tidak anti-asing melainkan mengatur investasi asing.
- PRRI & Masa Pengasingan: Pada 1957, ia bergabung dengan kelompok pemberontakan PRRI menentang Soekarno dan hidup dalam pengasingan sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan menjabat menteri di masa Soeharto.
- Pemikiran: Fokus pada pembangunan ekonomi yang berkeadilan, peran aktif negara, industrialisasi, dan pencerdasan rakyat.
Sumitro Djojohadikusumo wafat pada 9 Maret 2001 dan diakui sebagai salah satu arsitek ekonomi terpenting dalam sejarah modern Indonesia.





