Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Muhaimin Iskandar menyatakan dukungan agar Presiden Prabowo Subianto menjabat 10 tahun. Muhaimin menyatakan itu setelah bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan pada Rabu, 4 Februari 2026. “Minimal dua periode lah,” kata Muhaimin.
Pernyataan Muhaimin itu dinilai sebagai sinyal Muhaimin melirik posisi calon wakil presiden pada 2029. Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago mengatakan, PKB ingin menempatkan diri sejak awal sebagai partai yang konsisten mendukung pemerintahan Prabowo. Ia melihat dukungan dua periode sebagai penegasan posisi politik sekaligus upaya membangun kepercayaan di dalam koalisi pemerintahan.
Arifki melihat PKB sedang menawarkan opsi alternatif kepada Presiden Prabowo di balik pernyataan Jokowi yang menyebut Prabowo–Gibran dua periode. “PKB memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat loyalitasnya agar tetap relevan dalam skema kekuasaan Prabowo,” ujar Arifki dalam keterangan kepada Tempo, Kamis, 5 Februari 2026.
Arifki menyebut sikap PKB tersebut mencerminkan kehati-hatian dalam membaca dinamika politik ke depan. Isu calon wakil presiden dinilai masih terlalu dini untuk dibuka ke ruang publik karena justru berpotensi merugikan posisi pria yang biasa disapa Cak Imin itu.
Menurut Arifki, PKB cenderung menjaga fleksibilitas. Selama nama wapres belum disebut, ruang komunikasi politik tetap terbuka. Ia mengatakan pola ini serupa dengan strategi PKB pada pilpres 2024.
“Awalnya bersama Prabowo, tetapi ketika peluang menjadi cawapres dinilai kecil, Cak Imin memilih berduet dengan Anies Baswedan. Dalam politik, meminta maaf sering kali lebih mudah daripada meminta izin,” ujar Arifki.
Dalam konteks bursa cawapres, Arifki menegaskan Muhaimin Iskandar tetap menjadi figur sentral di internal PKB. Meski belum didorong secara terbuka, Cak Imin dinilai masih memiliki posisi strategis dalam kalkulasi politik partai menuju 2029.
Ia juga menyoroti mulai bergeraknya sejumlah aktor dan partai politik, termasuk dukungan terbuka terhadap Anies Baswedan serta sinyal keterlibatan Jokowi dalam kontestasi politik ke depan. Kondisi ini, menurut Arifki, membuka peluang bagi Cak Imin untuk memulai negosiasi politik lebih awal dengan Prabowo.
“Dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode dapat dibaca sebagai langkah politik Cak Imin. Bukan hanya untuk menjaga hubungan kekuasaan saat ini, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi dinamika politik nasional ke depan, termasuk membuka opsi kursi cawapres,” kata Arifki.
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar sebelumnya menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto usai menghadiri audiensi dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.
Cak Imin meyakini Prabowo bakal sukses memimpin selama lima tahun jabatannya. Tak hanya itu, Muhaimin menyatakan dukungannya supaya Prabowo menjabat minimal sepuluh tahun. “Kami pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode lah,“ ucap Muhaimin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Namun Cak Imin tidak menjawab tegas apakah dukungan dua periode satu paket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut Muhaimin, PKB belum membicarakan siapa calon wakil presiden yang akan diusung pada pemilihan umum 2029 mendatang. “Oh belum dibahas. Belum,” tutur Cak Imin.





