Home / Daerah / Gempa Pacitan Dirasakan di DIY, Warga dan Infrastruktur Terdampak

Gempa Pacitan Dirasakan di DIY, Warga dan Infrastruktur Terdampak

Yogyakarta,REDAKSI17.COM -Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) dini hari, turut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Guncangan terjadi pada pukul 01.06.10 WIB dan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah serta puluhan warga terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada pada koordinat 8,98° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur dengan kedalaman 58 kilometer. Gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Getaran gempa dirasakan khususnya di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, dengan intensitas IV MMI, yakni dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara di wilayah Kulon Progo, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk yang sedang melintas.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, relawan, serta unsur terkait guna melakukan pendataan dan pemantauan lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan bahwa hingga Jumat siang pendataan dampak gempa masih terus dilakukan dan bersifat sementara.

“BPBD DIY bersama BPBD kabupaten/kota, relawan, dan unsur terkait terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi masyarakat pascagempa,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD DIY hingga pukul 13.30 WIB, dampak gempa tercatat di 22 titik di wilayah DIY. Di Kota Yogyakarta, kerusakan terjadi di dua titik, yakni di Kemantren Umbulharjo dan Mergangsan. Kerusakan meliputi atap rumah rusak di Balai Kampung Tahunan, Umbulharjo, serta atap rumah roboh di wilayah Karangkajen, Mergangsan.

Sementara di Kabupaten Bantul, dampak gempa tercatat di 20 titik yang tersebar di 11 kapanewon, antara lain Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, Srandakan, dan Bambanglipuro. Kerusakan meliputi 10 rumah warga, dua tempat ibadah, lima fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan.

Jumlah warga terdampak gempa di wilayah DIY tercatat sebanyak 47 orang. Adapun fasilitas layanan kesehatan rujukan meliputi RSIY PDHI, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati, RS Rajawali Citra, RS Nur Hidayah, RSA UGM, RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, RSUD Saras Adyatma, RS UII, RSU Prambanan, serta Puskesmas Sanden.

Hingga saat ini, proses pendataan masih terus berlangsung dan data dapat berubah sesuai hasil pemutakhiran di lapangan. Pemerintah Daerah DIY terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan dampak gempa berjalan optimal, dengan prioritas utama pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Saat terjadi gempa, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah penyelamatan diri dengan prinsip Drop, Cover, and Hold On, yakni merunduk, berlindung di bawah perabot yang kokoh, dan berpegangan hingga guncangan berhenti. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi kaca, lemari, serta benda yang berpotensi roboh, dan segera menuju tempat aman apabila berada di luar bangunan.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *