Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria.Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta,REDAKSI17.COM – Proyek ‘sulap’ batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) batal groundbreaking. Kenapa?
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan DME pengganti LPG masuk dalam daftar proyek hilirisasi. Namun, saat ini pemerintah masih melakukan kajian mendalam, terutama terkait teknologi yang akan digunakan.
Dony mengatakan Danantara tidak ingin hanya melakukan seremonial groundbreaking saja, namun dalam pelaksanaannya ke depan malah tak berjalan.
Di sisi lain proyek DME ini sempat mandek pengembangannya karena ditinggal investor asal Amerika Serikat, yaitu Air Products.
“Berkaitan dengan DME, betul tadi kita tentu sesuai dengan arah Pak Rosan, kita akan melakukan kajian yang sangat detail, kita sedang menentukan teknologi yang akan kita pakai, tentunya teknologi yang kita pakai akan menentukan outputnya juga kompetitif. Kita tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif yang akhirnya tidak diserapi oleh pasar,” ujar Dony di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dony memastikan proyek DME tetap berjalan dalam waktu dekat. Nantinya proyek ini akan dijalankan oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).
“InsyaAllah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini, mungkin 1 bulan ya, 1 bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam,” kata Dony.





