JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, enggan menanggapi terlalu jauh mengenai pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan dukungan agar Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menjabat dua periode.
Ganjar menilai, saat ini ada hal yang jauh lebih mendesak untuk diperhatikan daripada membicarakan kontestasi politik 2029.
Ia mengajak semua pihak untuk mengalihkan fokus pada penanganan masalah kerakyatan yang sedang terjadi di tanah air.
“Mari kita urus saudara kita yang terkena bencana, soal sampah yang hari (ini) jadi persoalan,” kata Ganjar kepada Tribunnews.com, Kamis (5/2/2026).
Selain isu kebencanaan dan lingkungan, Ganjar juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui pendidikan.
“Soal nasib anak-anak kita, soal akses pendidikan. Itu jauh lebih penting untuk ditanggapi,” ujarnya.
Pernyataan Jokowi
Jokowi menegaskan mendukung dua periode kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Hal itu ditegaskan Jokowi saat dimintai pendapat mengenai peluang Gibran menjadi calon presiden pada Pemilu berikutnya.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” ungkap Jokowi saat ditemui Tribun Solo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali meluruskan terkait narasi pemberitaan yang tersiar soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka bisa menjadi lawan Prabowo Subianto di 2029.
Menurut Ahmad Ali, apa yang tersiar tersebut tidak seluruhnya sesuai dengan pernyataannya di sebuah podcast media.
“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” ujar Ahmad Ali saat ditemui usai Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Bali, di Kuta Utara, Bali, Sabtu (24/1/2026).
Secara garis besar, Ali mengaku kalau dalam podcast tersebut dirinya mendapati pertanyaan soal “Bagaimana sikap PSI jika Pak Prabowo tidak melanjutkan Gibran sebagai pasangannya?”.
Menanggapi pertanyaan itu, Ahmad Ali justru mempertanyakan munculnya asumsi tersebut.
Kata Ali, untuk kondisi saat ini, Gibran Rakabuming Raka merupakan sosok yang tepat untuk mendampingi Prabowo Subianto.
“Memang ada calon wakil presiden yang lebih baik daripada Gibran?” kata Ali meniru pernyataannya saat menjawab pertanyaan tersebut.
Hal itu disampaikan Ali, dengan dasar kalau Gibran memiliki pengalaman yang kuat di pemerintahan termasuk di antaranya pernah menjabat sebagai Wali Kota dan kini menjabat sebagai Wakil Presiden.
Atas hal itu, Ahmad Ali menekankan tidak perlu Gibran diposisikan sebagai lawan politik, utamanya untuk Prabowo Subianto.
Sebab, bukan tidak mungkin Gibran bisa menjadi lawan politik yang kuat apabila dilepas dari koalisi yang ada saat ini.
“Di situ saya katakan bahwa, kalau (Gibran) dilepas berpotensi untuk menjadi lawan, (makanya) jangan dijadikan lawan. Biarkan mereka bekerja,” kata dia.
Meski demikian, Ali memang mengakui ada pernyataannya yang menyebut kondisi politik itu dinamis. Dalam artian kata dia, apapun bisa terjadi.
Namun, mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem itu menegaskan kalau pernyataanya tersebut bukan untuk disimpulkan, melainkan hanya penggambaran kondisi politik yang ada di Indonesia.
“Dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi, tapi kalau bicara hari ini, calon wakil Pak Prabowo yang terbaik adalah Gibran,” kata dia.
“Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas. Kalau hari ini Mas Gibran mendampingi beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” tandas Ali.




