Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Ajang lomba lari Yogyakarta City 10K (YKC10K) 2026 kembali digelar pada Minggu (08/02). Tahun ini, sebanyak 1.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia beradu kecepatan menaklukkan rute 10km.
Dengan Cut Off Time (COT) super ketat yakni 70 menit, pelari tercepat pada ajang ini bahkan mampu mencatatkan waktu impresif 34 menit. Ia adalah Dikki Abdul Majid, pelari asal Bandung. Dan menurut Dikki, YKC10K menjadi salah satu lomba lari 10K paling kompetitif di tanah air.
Start dan finish YKC10K 2026 dipusatkan di Jalan Suryatmajan, kawasan Kantor Gubernur DIY. Tepat pukul 05.00 WIB, para pelari dilepas langsung oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Sukamto bersama Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY, Teguh Suhada.
Dalam sambutannya, Sukamto menyebut seluruh peserta YKC10K sebagai sosok pemberani.”Finish tak boleh lebih dari 70 menit untuk 10K. Semua peserta yang hadir di sini sangat luar biasa. Selamat datang di Jogja, semoga semua bahagia dan finish sehat,” ungkapnya.
Mengusung tema ‘Conquer Your Challenge’, YKC10K 2026 menjadi magnet kuat bagi komunitas lari. Jumlah peserta tahun ini melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya diikuti sekitar 600 pelari, tahun ini peserta menembus angka 1.000 orang.
YKC10K merupakan lomba lari jarak 10km yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh JORACE Sport Event Organizer. Dengan COT 70 menit atau pace rata-rata 6 menit 30 detik perkm, ajang ini dikenal sebagai event 10K dengan standar waktu tercepat di Indonesia. Meski kompetitif, YKC10K tetap inklusif bagi pelari pemula hingga menengah yang siap menantang batas diri.
Representatif JORACE Sport Event Organizer, Dian Isnawati menyebut YKC10K bukan sekadar lomba, melainkan pengalaman personal bagi setiap pelari. “YKC10K bukan hanya tentang kecepatan, tapi tentang keberanian menaklukkan target diri sendiri, sambil menikmati atmosfer berlari di jantung Kota Yogyakarta,” ungkap Dian.
Antusiasme peserta datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Surabaya. Hal ini tentu memperkuat posisi YKC10K sebagai salah satu agenda sport tourism unggulan di Yogyakarta.
Berdasarkan data penyelenggaraan tahun sebelumnya, rata-rata waktu finis pelari berada di angka 56 menit, dengan hanya tiga pelari yang melewati batas COT. Sementara tahun ini, waktu finis naik menjadi rerata 45-50 menit. Statistik ini mencerminkan kesiapan peserta, sekaligus karakter rute yang menantang namun realistis untuk ditaklukkan.
Sementara itu, Race Director YKC10K 2026, Septiyadi Pityanta, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. “Kami menyiapkan pengamanan rute, water station, serta dukungan medis yang memadai agar peserta bisa berlari dengan aman dan fokus mencapai garis finis. Hari ini semua bisa maksimal dan berjalan lancar,” katanya.
Penyelenggaraan YKC10K 2026 mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata DIY dan Pemda DIY. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong pariwisata berbasis olahraga serta memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota ramah pelari.
HUMAS DIY




