JAKARTA,REDAKSI17.COM — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMA/SMK sederajat tidak boleh menjadi beban baru, apalagi penghalang, bagi anak-anak Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Ketua DPP PKS Bidang Pendidikan dan Kesehatan ini mengingatkan bahwa TKA masih merupakan potret perdana dalam sistem asesmen nasional. Capaian TKA saat ini dinilai belum sesuai dengan target ideal secara nasional. Oleh karena itu, penggunaan TKA sebagai instrumen seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) perlu dipertimbangkan kembali.
“Kami menerima banyak curahan kegelisahan dari anak-anak SMA dan sejumlah sekolah. Anak-anak sudah berjuang sejak kelas 10 untuk masuk kategori eligible SNBP. Jangan sampai upaya itu gugur hanya karena satu instrumen yang belum matang,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, asesmen seharusnya menjadi alat pemetaan dan perbaikan kualitas pembelajaran ke depan, bukan legitimasi baru yang justru menambah tekanan psikologis peserta didik. Komisi X mendorong agar TKA ke depan difokuskan untuk evaluasi kurikulum dan peningkatan mutu pembelajaran, bukan dijadikan syarat sakral yang berpotensi diterjemahkan sebagai kewajiban mutlak untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Kita semua ingin anak-anak Indonesia bisa masuk PTN melalui berbagai jalur yang adil. Jangan biarkan satu angka dari TKA mematahkan mimpi yang dibangun dengan kerja keras bertahun-tahun,” tegasnya.


