Bantul,REDAKSI17.COM – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Desa Wisata Kaji, Kadisroso, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Minggu (8/2/2026). Desa wisata yang dikenal dengan kekuatan partisipasi warganya ini resmi meluncurkan Angkringan Desa Wisata Kaji dan Paket Wisata Kaji, sebuah inovasi baru untuk memperkaya daya tarik wisata lokal berbasis budaya dan ekonomi masyarakat.
Ketua Desa Wisata Kaji, Muhammad Gama Ramadhan, menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Bantuan dari Paniradya Keistimewaan melalui Kalurahan Gilangharjo, Dana Desa Mandiri Budaya, serta Dana Keistimewaan telah diwujudkan dalam pembangunan Pendopo Dewi Kaji dan pengembangan budidaya ikan hias sebagai ikon wisata baru di wilayah Kadisroso.
“Kami berupaya menjalankan program Desa Mandiri Budaya dengan maksimal. Angkringan Desa Wisata Kaji sudah berjalan selama satu bulan dan kini dikelola oleh barista lokal. Kepengurusan desa wisata ini kami libatkan sebanyak-banyaknya masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.
Dinas Pariwisata DIY melalui Siti Imawati menilai Desa Wisata Kaji sebagai salah satu pionir pengembangan desa wisata berbasis inovasi. Menurutnya, paket wisata ikan hias menjadi diferensiasi yang memberi pengalaman baru bagi wisatawan.
“Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga belajar dan merasakan sesuatu yang berbeda. Angkringan ini diharapkan mampu menambah daya tarik, dan semoga Desa Wisata Kaji bisa dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Panewu Pandak yang menyebut launching ini sebagai momen membanggakan. Ia menyoroti peran aktif pemuda desa dalam kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Budidaya ikan hias di sini tidak hanya dijual secara langsung, tetapi juga dipasarkan secara online. Ini bukti bahwa desa wisata mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Semoga Desa Wisata Kaji menjadi tujuan wisata keluarga untuk bersantai, menikmati angkringan, sekaligus membeli ikan hias,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menegaskan komitmen DPRD DIY dalam mendukung pengembangan pariwisata dan kebudayaan. Ia berharap Desa Wisata Kaji terus berkembang dan tidak berhenti pada seremoni semata.
“Desa wisata ini harus terus bertumbuh, paket wisatanya semakin kreatif, pengunjungnya semakin banyak, dan yang terpenting manfaat ekonominya dirasakan oleh seluruh warga. Pengembangan pariwisata tentu membutuhkan sinergi semua pihak,” pungkasnya.


