Menurutnya, keputusan tersebut sudah tepat untuk membantu perjuangan Palestina memperoleh kemerdekaan.
Mardiono mengatakan, konflik Israel-Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun dan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk kalangan ibu dan anak-anak. Dia menilai, partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian termasuk bentuk ikhtiar untuk membantu rakyat Palestina.
“Kita kalau hanya berjuang dari luar, hanya sekadar menyuarakan, kita memberikan sumbangan persenjataan juga tidak mungkin karena kita termasuk negara yang menganut politik (luar negeri) bebas aktif. Oleh karena itu kita masuk dari dalam,” ucap Mardiono seusai menghadiri Muswil IX DPW PPP Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, dengan berada di dalam Dewan Perdamaian, Indonesia dapat menyuarakan kepentingan Palestina. “Perjuangan kita lebih dekat untuk berkomunikasi secara politik, untuk bisa memproteksi bagaimana Palestina itu segera menjadi rakyat yang berdaulat dan rakyat yang merdeka, tidak lagi terancam keselamatannya. Tujuannya adalah itu,” kata Mardiono.
“Nah, satu-satunya cara kita adalah dari dalam,” ujar Mardiono menambahkan mengacu kepada langkah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian.
Dia menyadari ada sebagian publik di Tanah Air yang kecewa dengan keputusan Presiden membawa Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian. Hal itu bertolak dari beberapa faktor, antara lain partisipasi Israel dalam dewan dan ketiadaan perwakilan Palestina serta adanya iuran sebesar satu miliar dolar AS.
Menurut Mardiono, memang tugas pemerintah untuk menjelaskan kepada publik soal keputusan bergabung dengan Dewan Perdamaian. Dia mengatakan, hal itu sudah dilakukan pemerintah atau Presiden dengan mengundang tokoh-tokoh, termasuk ormas-ormas Islam, ke Istana Negara.
“Tujuannya (undangan tersebut) adalah untuk menyampaikan pesan-pesan itu,” kata Mardiono.
Dia menegaskan, PPP mendukung keputusan Presiden membawa Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian. “Karena ini adalah misi perjuangan, dan untuk menghentikan peperangan, itu harus melalui diplomasi, komunikasi. Agar kita bisa komunikasi lebih dekat lagi baik dengan Palestina maupun dengan Israel, satu-satunya adalah mendekatkan diri,” ucapnya




