UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, secara resmi mengukuhkan, melaunching dan membuka Studium General (Pembelajaran Pertama) Pengurus Sekolah Lansia Standar Satu (S-1) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Selasa (10/2).
Dalam kesempatan ini, ada sembilan Sekolah Lansia yang dilaunching. Sembilan Sekolah Lansia Standar Satu yang dikukuhkan antara lain, Sekolah Lansia Anugrah 8 Kricak, Sekolah Lansia Kotabaru SMART, Sekolah Lansia Jasmine 23 Pringgokusuman, Sekolah Lansia SETAMAN Mantrijeron, Sekolah Lansia Bakti Wredho 11 Panembahan, Sekolah Lansia Aji Yuswo Prawirodirjan, Sekolah Lansia Abinaya Sentosa Purwokinanti, Sekolah Lansia Wreda Mandiri 15 Sorosutan, dan Sekolah Lansia Senja Bahagia Prenggan.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas Bina Keluarga Lansia (BKL) serta mewujudkan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengucapkan selamat dan mengapresiasi kepada sembilan Sekolah Lansia Standar Satu yang telah resmi dikukuhkan pada tahun ini.
“Selamat telah dikukuhkan dan dilaunching untuk tahun anggaran 2026 ini. Sangat luar biasa, para peserta juga sangat semangat. Bahkan tadi saya mendapat informasi ada peserta yang usianya lebih dari 100 tahun. Ini sesuatu yang cukup luar biasa,” jelas Wawan.

Ia menegaskan, Sekolah Lansia S-1 menjadi ruang belajar bersama bagi para lansia untuk saling menguatkan, memperluas wawasan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tetap berperan aktif dalam keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, belajar di usia lanjut bukanlah tanda keterbatasan, melainkan bukti semangat untuk terus tumbuh dan berkembang.
“Dari hasil penelitian, sekolah lansia ini berdampak besar. Memberikan rasa optimisme, menumbuhkan semangat, menambah pengalaman, berbagi cerita, memperluas pertemanan, dan yang paling penting membuat para lansia merasa lebih percaya diri serta merasa masih dibutuhkan,”ujarnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga berkomitmen untuk terus menambah jumlah sekolah lansia. Pada tahun 2025 terdapat enam sekolah lansia, dan pada tahun ini bertambah menjadi sembilan Sekolah Lansia Standar 1. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta Retnaningtyas menyampaikan, Sekolah Lansia merupakan bentuk pendidikan formal berbasis Bina Keluarga Lansia yang menjadi strategi konkret dalam mendukung terwujudnya lansia SMART. Berdasarkan hasil kajian dari Indonesia Ramah Lansia (IML), kualitas hidup lansia yang mengikuti sekolah lansia terbukti meningkat signifikan.

“Dari sampling lebih dari 600 lansia, ditemukan bahwa lansia yang mengikuti sekolah lansia memiliki kualitas hidup enam kali lebih baik dibandingkan yang tidak mengikuti,” ungkapnya.
Saat ini, terdapat sekitar 15 sekolah lansia yang tersebar di 15 kelurahan di Kota Yogyakarta. Namun masih terdapat sekitar 30 kelurahan yang belum terjangkau program sekolah lansia, sehingga ke depan akan terus dilakukan pengembangan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohammad Iqbal Apriansyah menyampaikan, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan persentase penduduk lansia tertinggi di Indonesia. Data terbaru menunjukkan pada tahun 2024 jumlah lansia telah mencapai 18,5 persen atau hampir satu dari lima penduduk.
“Sekolah Lansia Standar Satu ini adalah tahap awal untuk mengenali diri sebagai lansia. Mengenali kondisi fisik, mental, dan kesiapan menjalani tahapan kehidupan lansia agar tetap bermakna. Slogannya sangat tepat, ‘Hidup hanya sekali, jangan menua tanpa arti’,” ujarnya.
Tambahnya, BKKBN juga memiliki sejumlah program pendukung lansia, seperti Lansia Berdaya, pemeriksaan kesehatan, pendampingan berbasis keluarga, sekolah lansia, serta Kartu Lansia Sejahtera yang memberikan akses layanan dan berbagai kemudahan bagi lansia.
Saat ditemui, Ketua BKL Aji Yuswo RW 12 Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Utami Wulandari mengungkapkan, rasa syukur atas terselenggaranya Sekolah Lansia di wilayahnya. Ia menyebut BKL Aji Yuswo telah aktif sejak tahun 2009 dan secara rutin melaksanakan kegiatan pembinaan lansia.
“Harapan kami sesuai dengan slogan lansia, agar lansia tetap sehat, semangat, bermanfaat bagi lingkungan, serta menjadi teladan bagi anak dan cucu. Jumlah siswa di kelas kami sebanyak 50 orang sesuai standar yang ditetapkan,” katanya.


