Home / Politik / Serahkan Hand Tractor, Kosmas Lawa Bagho Percepat Modernisasi Pertanian Nagekeo

Serahkan Hand Tractor, Kosmas Lawa Bagho Percepat Modernisasi Pertanian Nagekeo

 

NAGEKEO,REDAKSI17.COM – Di tengah tantangan regenerasi petani, keterbatasan tenaga kerja dan tekanan perubahan iklim, produktivitas pertanian tidak lagi bisa bergantung pada cara-cara lama. Di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, upaya mendorong efisiensi kerja petani mulai diarahkan pada pemanfaatan teknologi tepat guna. Salah satunya melalui bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa hand tractor.

Bantuan diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rawe Sa-Uluwena dan diperuntukkan bagi petani di tiga desa yakni Desa Nagerawe, Desa Focolodorawe dan Desa Alorawe. Penyerahan dilakukan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo sebagai bagian dari strategi daerah untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.

“Harapannya petani mampu mengelola lahan sawah secara lebih modern, sehingga produktivitas meningkat,” ungkap anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Kosmas Lawa Bagho, Senin (9/2/2026).

Kosmas mengungkapkan, bantuan ini bersumber dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan pokok pikirannya sebagai legislator yang dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025. Setiap anggota DPRD memperoleh alokasi Rp100 juta yang difokuskan untuk mendukung sektor pertanian.

“Penerima bantuan merupakan kelompok tani atau Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang direkomendasikan oleh kepala desa dan telah terdaftar dalam sistem aplikasi pertanian, Simultan,” tutur Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nagekeo ini.

Bagi petani skala kecil, hand tractor bisa memangkas waktu olah tanah dari hitungan hari menjadi jam, menghemat tenaga, sekaligus menekan biaya produksi. Dengan lahan yang lebih cepat siap tanam, indeks pertanaman pun berpeluang meningkat. Skema kelompok menjadi penekanan utama. Hand tractor tidak dimiliki secara individual, melainkan dikelola bersama oleh anggota kelompok. Pendekatan ini, menurut Kosmas penting agar alat benar-benar produktif dan berumur panjang.

“Kami berharap alat ini dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Perawatan, pengelolaan hingga pengadaan suku cadang harus dibicarakan dan diputuskan bersama di dalam kelompok agar alat tidak cepat rusak dan benar-benar memberi manfaat,” katanya.

Lebih dari sekadar bantuan fisik, program ini diharapkan menjadi pintu masuk transformasi pertanian lokal menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai peningkatan produktivitas sawah akan berdampak langsung pada pendapatan keluarga petani, memperkuat ekonomi desa, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan daerah dan nasional.

Langkah ini juga melengkapi berbagai program lain yang telah direalisasikan Kosmas sepanjang 2025, seperti pembangunan tower telekomunikasi, bantuan meteran listrik gratis, serta dukungan modal bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) sebesar Rp2,5 juta per kelompok, yang sejauh ini telah menjangkau lima KWT dan direncanakan berlanjut bagi 20 KWT lainnya pada tahun anggaran 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *