Home / Olahraga / Respons PBSI Terkait Indonesia Open 2027 Bakal Digelar 11 Hari

Respons PBSI Terkait Indonesia Open 2027 Bakal Digelar 11 Hari

Foto: (Getty Images/Scott Barbour)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Indonesia Open berpeluang digelar 11 hari pada tahun 2027. Bagaimana respons PBSI sebagai penyelenggara?
BWF mengumumkan bahwa mulai tahun 2027, jumlah pertandingan bulutangkis yang diproduksi untuk siaran televisi akan meningkat secara signifikan, dari 1.410 pertandingan menjadi sekitar 3.000 pertandingan di seluruh rangkaian turnamen BWF.

Peningkatan ini diharapkan mampu memperluas eksposur bulutangkis di lebih banyak negara dan pasar, sekaligus memperkuat posisi bulutangkis sebagai olahraga global dengan daya tarik yang semakin luas.

Pembaruan besar juga salah satunya dilakukan terhadap lima turnamen Super 1000 yang diselenggarakan di Asia dan Eropa yang akan mengusung format kompetisi yang diperluas. Nomor tunggal akan diikuti oleh 48 pemain dengan sistem fase grup yang dilanjutkan ke babak gugur, sementara nomor ganda akan mempertandingkan 32 pasangan dengan sistem gugur.

Nantinya, setiap turnamen Super 1000 akan berlangsung selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan, dengan seluruh pertandingan disiarkan secara global.

PBSI mengatakan penerapan format baru Indonesia Open dengan durasi 11 hari sebagai turnamen level Super 1000 merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung arah pengembangan bulutangkis dunia yang dicanangkan oleh BWF.

“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujar Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

Bambang menjelaskan, format baru ini juga memberikan nilai tambah dari sisi atlet. Jumlah peserta nomor tunggal yang bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi.

“Atlet juga akan menjalaninya lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” ujarnya.
Hal ini juga turut berdampak pada aspek kondisi bertanding dan pemulihan atlet yang dinilai lebih memadai.

“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” tambahnya.

Selain aspek teknis dan kompetisi, Bambang menekankan bahwa Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment.

“Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan. Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkapnya.

PBSI menilai bahwa penguatan unsur sportainment, sejalan dengan kualitas kompetisi yang semakin tinggi, akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia, sekaligus mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulutangkis secara global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *