Home / Ekonomi dan Bisnis / Danantara Pastikan Pertamina Lepas Bisnis Bukan Minyak & Gas

Danantara Pastikan Pertamina Lepas Bisnis Bukan Minyak & Gas

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.Foto: Ignacio Geordi Oswaldo/detikcom

Jakarta,REDAKSI17.COM – Danantara meninjau ulang bisnis model PT Pertamina (Persero). Langkah ini untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dan anak usahanya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan ke depan Danantara akan memisahkan bisnis sektor non-migas dari Pertamina.

Dengan begitu Pertamina akan lebih fokus menjalankan bisnis intinya.

“Kita lakukan review masalah komersialisasi. Pertamina tidak akan punya lagi yang non related oil and gas, seluruhnya akan spin off Pertamina. Dia akan keluar dari Pertamina,” ujar Dony dalam acara Economic Outlook 2026, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Langkah tersebut seiring merger tiga anak usaha Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping, menjadi satu Subholding Downstream.

“Kami baru selesai merger bulan Februari, merger di downstream. Kita konsolidasi Patra Niaga, PIS, dan Kilang karena ini kan satu perusahaan harusnya. Tak bisa dicacah yang menyebabkan inefficiency,” jelas Dony.

Merger tersebut dimulai sejak 1 Februari 2026, dan diperkirakan akan rampung total pada Oktober nanti. Setelah itu Subholding Downstream ini bisa menetapkan jajaran direksi perusahaan.

“Mereka ini mengerjakan proses konsolidasi, mengkonsolidasikan bisnis itu kan nggak gampang, butuh waktu. Nah Oktober nanti artinya 10 bulan mereka membutuhkan waktu untuk melakukan proses konsolidasi,” kata Dony.

Sementara untuk PGN, Danantara akan melarang PGN untuk berbisnis di sektor hulu migas atau upstream. Sehingga usaha mereka akan terfokus dalam distribusi gas bumi melalui jaringan pipa.

“PGN itu ke depan, mulai tahun ini sudah saya larang tidak main lagi di upstream. Mereka khusus main di midstream dan downstream. Tugas mereka adalah menyalurkan gas sampai ke rumah-rumah. Kita akan trial mulai di Batam,” terang Dony.

“Di Batam kita akan melakukan pipanisasi ke seluruh rumah gas. Karena kita maunya PGN itu menjadi perusahaan gas negara, yaitu untuk mendistribusikan gas. Dengan demikian nanti, dia tidak main lagi di upstream,” jelas Dony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *