AMBON,REDAKSI17.COM — Pengamat politik dari Universitas Pattimura (Unpatti), Said Lestaluhu, mengingatkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku agar tetap fokus memperjuangkan aspirasi umat di tengah dinamika konflik internal partai.
“Partai politik sebagai organisasi yang memperjuangkan aspirasi, terutama aspirasi umat Islam di Maluku, punya tanggung jawab besar sebagai bagian dari masyarakat,” kata Said dalam Podcast Obrolan Rakyat Maluku, Jumat (13/2/2026).
Said menilai periode kepemimpinan sebelumnya memberi dampak positif terhadap konsolidasi partai. Menurut dia, kepemimpinan saat itu mampu mengaktifkan kader hingga potensi generasi muda. Namun, ia menyayangkan konflik internal yang muncul kemudian justru berpotensi menggerus capaian tersebut.
“Saya kira patut disayangkan hal-hal yang sudah diperjuangkan dengan baik, tapi kemudian terjadi konflik internal seperti ini. Ini sangat merugikan, bukan hanya secara personal, tetapi juga kelembagaan,” ujarnya.
Sebagai akademisi, Said menekankan penyelesaian konflik menjadi tanggung jawab seluruh pengurus partai, termasuk pelaksana tugas, agar persoalan tidak berlarut-larut. Ia menilai konflik yang berkepanjangan berpotensi melemahkan partai dan membentuk stigma negatif di mata publik.
“Kalau konflik ini dibiarkan, itu akan sangat melemahkan partai, terutama dari sisi stigma. Jangan sampai partai diidentikkan dengan konflik, karena konflik tidak memberikan nilai positif,” pesannya.
Said juga menyinggung dinamika perebutan kekuasaan yang menurutnya wajar secara teoritis. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fungsi utama partai tetap harus diarahkan pada perjuangan aspirasi masyarakat luas.
“Harus dilihat dalam koridor bagaimana fungsi partai politik memperjuangkan aspirasi masyarakat. Itu membutuhkan kerja sama seluruh komponen di partai untuk menyatukan pikiran dan gagasan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” jelasnya.




