JAKARTA,REDAKSI17.COM – Menghadapi perubahan lanskap ekonomi dunia, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan para menteri ekonomi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (15/2).
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menyusun respons Indonesia terhadap kebijakan ekonomi global, termasuk kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Sejumlah menteri yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetio Hadi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden menegaskan pentingnya menjadikan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam setiap perundingan ekonomi internasional.
Ia menjelaskan bahwa Presiden ingin memastikan setiap posisi dan keputusan yang diambil Indonesia, terutama dalam perundingan dengan Amerika Serikat, benar-benar memberikan keuntungan terbaik bagi bangsa.
Selain memperjuangkan kepentingan nasional, Presiden Prabowo juga menekankan perlunya perundingan ekonomi yang mampu mendorong produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat rantai pasok nasional agar Indonesia semakin berdaya saing di tingkat global.
Presiden juga memberi perhatian besar pada efektivitas kebijakan, dengan menekankan agar setiap keputusan dapat segera diimplementasikan dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.




