JAKARTA,REDAKSI17.COM — Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Aang Kunaifi, menegaskan bahwa Pemuda PKS harus tampil sebagai problem solver bagi generasi muda, khususnya Gen Z, dengan menghadirkan program-program yang benar-benar menjawab persoalan nyata yang mereka hadapi.
Pernyataan itu disampaikan Aang saat menghadiri agenda PKS Jabar Youth Connect yang diselenggarakan PKS Muda Jawa Barat di Bandung, Minggu (15/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Aang hadir bersama Sekretaris Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa DPP PKS, Henda Yusamtha.
“Pemuda PKS harus bisa menjadi problem solver. Berbagai program yang kita buat harus menjadi solusi dari masalah yang sedang mereka hadapi,” ujar Aang.
Aang mencontohkan, persoalan ekonomi anak muda dapat dijawab dengan program yang dekat dengan kebutuhan mereka, seperti manajemen keuangan untuk penghasilan di bawah UMR, tips lolos wawancara kerja, hingga berbagai pelatihan praktis yang membantu anak muda meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Menurut Aang, Pemuda PKS berada pada posisi yang kuat untuk memahami kebutuhan anak muda karena sebagian kader adalah Gen Z, sementara lainnya milenial. “Artinya, masalah mereka adalah masalah kita juga,” katanya.
Ia menyebut kondisi itu menghadirkan dua dampak positif. Pertama, Pemuda PKS akan lebih bersemangat karena membantu anak muda berarti menyelesaikan masalah yang juga dirasakan sendiri. Kedua, Pemuda PKS dapat lebih menghormati dan memahami Gen Z karena mampu merasakan langsung kesulitan yang mereka alami.
Dalam konteks program nyata, Aang menyampaikan bahwa BPPM DPP sudah menjalankan program Muda Mandiri, yakni pendampingan bagi anak muda yang baru memulai usaha. Ia berharap program serupa bisa diduplikasi di daerah dan organisasi sayap.
“Alhamdulillah, BPPM DPP punya program Muda Mandiri. Semoga program sejenis bisa diduplikasi oleh teman-teman wilayah dan organisasi sayap,” ucapnya.
Selain problem solver, Aang juga menegaskan Pemuda PKS perlu menjalankan peran sebagai authentic influencer, yakni menyampaikan gagasan dan kepentingan PKS dengan cara yang jujur, apa adanya, dan relevan bagi anak muda.
Peran ini, lanjut Aang, akan diperkuat melalui sejumlah program seperti Indonesia Muda Bicara (IMB), Jalan Muda Parlemen (JMP), dan Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI).
Aang juga mendorong agar Pemuda PKS menjadi the healer, dengan menjadikan BPPM atau PKS Muda sebagai ruang aman (safe space) bagi anak muda, termasuk di dalamnya Gema Keadilan dan Garuda Keadilan. Ia menyampaikan BPPM menyiapkan program Training for Youth Facilitator untuk menghadirkan figur pendamping atau “abang-abangan” bagi anak muda yang baru bergabung.
Menutup arahannya, Aang mengajak seluruh elemen kepemudaan PKS menjadikan Youth Connect sebagai titik awal penyatuan gerak.
“Mari kita jadikan Youth Connect ini sebagai titik start: satu arah, satu visi, gerak bersama. Semoga Allah menguatkan langkah kita, melapangkan hati kita, dan menjadikan kerja-kerja kepemudaan ini sebagai jalan kebaikan untuk Jawa Barat dan Indonesia,” pungkasnya.



