Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, membuka secara resmi Food Festival UMKM yang digelar oleh Bank Perkreditan Rakyat Madani Sejahtera Abadi (BPR MSA) selama tiga bulan kedepan di Atrium Galeria Mall Yogyakarta, Rabu (18/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas melalui perluasan akses pemasaran dan penguatan daya saing produk.
Wawan Harmawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPR MSA yang menghadirkan ruang promosi bagi UMKM makanan di pusat perbelanjaan modern.
“Hari ini saya membuka pameran Food Festival UMKM oleh BPR MSA. Ini langkah positif, karena BPR MSA mengajak UMKM-UMKM makanan untuk bisa menjual produknya di Galeria Mall yang sudah dipersiapkan bekerja sama dengan pengelola. Tujuannya agar UMKM bisa lebih tangguh dan berhadapan langsung dengan customer, sehingga menjadi tantangan untuk meningkatkan produk, harga, maupun packaging,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembukaan festival tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM lokal.
“Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta mendukung upaya yang dilakukan MSA dalam kegiatan ini untuk mengembangkan UMKM-UMKM naik kelas. Semoga bermanfaat,” tambahnya.
Menurutnya roduk-produk yang lolos seleksi dan layak harus segera dipasarkan. “Tadi saya lihat produknya cukup bagus-bagus, luar biasa,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPR MSA, Tri Agung Pujiantoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya yang secara khusus mengambil segmen pembiayaan dan pembinaan UMKM di Kota Yogyakarta.
“Ini salah satu program dari konsen BPR MSA yang berada di kota. Kami memang mengambil segmen khusus untuk UMKM. Sebagai perwujudannya, kami ingin UMKM itu naik kelas, salah satunya dengan mempersiapkan pelatihan, pembinaan, dan membantu dalam pemasaran. Kegiatan ini bagian dari bagaimana membuat UMKM bisa memasarkan produk-produk mereka,” jelasnya.
Pihaknya mengungkapkan BPR MSA telah membina ribuan UMKM. Meskipun menurutnya masih memiliki keterbatasan kapasitas membuat penampilan produk dilakukan secara bergiliran setiap periode. Food Festival ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan sebagai tahap uji coba dan evaluasi.
“Kita mencoba selama tiga bulan. Nanti akan kita evaluasi kalau baik kita lanjut lagi. Semua yang siap untuk kita tampilkan akan ditampilkan,” ungkap Tri Agung.

Salah satu pelaku UMKM yang turut serta, Endang yang dikenal dengan brand Bodul atau Bolu Jadul mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia telah menjalankan usahanya lebih dari tujuh tahun dan memiliki sejumlah outlet di beberapa pusat perbelanjaan.
“Jadi selama ini UMKM itu kan hanya pameran, pameran, pameran saja. Kalau di sini konsepnya adalah untuk berjualan setiap hari. Jadi setiap hari dia bisa berjualan di sini,” katanya.

Meski telah memiliki beberapa tenant, Endang tetap bersemangat mengikuti kegiatan seperti ini karena dinilai memberi dampak positif bagi pelaku UMKM lainnya.
“Sangat senang. Karena saya itu menginginkan saya bersama teman-teman lainnya itu bisa naik kelas. Selama ini kan hanya pameran dua hari, tiga hari, setelah itu selesai. Padahal di pameran itu banyak yang menanyakan outletnya di mana. Nah, kalau ditanya punya outlet di Galeria Mall, mungkin lebih naik kelas, istilahnya seperti itu,” ujarnya.


