MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan  membuka kegiatan pasar Ramadan Masjid Ngadinegaran bertajuk Peken Sonten, Rabu (18/2/2026) sore di sekitar depan masjid di Jalan DI Panjaitan. Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi Takmir Masjid Ngadinegaran atas upaya menggerakan ekonomi UMKM masyarakat melalui  penyelenggaraan Peken Sonten. Hal itu sebagai wujud Masjid Ngadinegaran tidak hanya menjadi pusat ibadah tapi juga penggerak ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan atas nama Pemkot Yogyakarta memberikan apresiasi yang tinggi untuk Takmir Masjid Ngadinegaran dan panitia penyelenggaraan Peken Sonten untuk kali pertama. Kegiatan itu menjadi upaya meningkatkan ekonomi UMKM di Kemantren Mantrijeron.

Para pelaku UMKM yang mengikuti Peken Sonten pasar Ramadan Masjid Ngadinegaran di Jalan DI Panjaitan .

“Jadi masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi masjid juga bisa menjadi sentra ekonomi, penggerak ekonomi. Ini menjadi suatu hal yang perlu kita apresiasi,” kata Wawan saat membuka Peken Sonten Masjid Ngadinegaran.
Wawan berharap pada tahun depan kegiatan itu dapat direncanakan lebih baik agar bisa menampung semua UMKM di Kemantren Mantrijeron. Panitia atau dari Takmir Masjid Ngadinegaraan dengan Mantri Pamong Praja Mantrijeron bisa koordinasi dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta. Terutama agar tercipta pasar yang menjadi destinasi tujuan. Dicontohkan Masjid Jogokariyan sudah menginisiasi pertama pemberdayaan UMKM dan menjadi besar. Wawan berharap  Masjid Ngadinegaran bisa mengikuti walaupun kini pertama kali Peken Sonten diadakan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat membuka Pasar Ramadan Peken Sonten Masjid Ngadinegaran.

“Perlu daya kreasi dari panitia untuk, penataan tempat, cara melayani dan ada kekhasan tersendiri. Perlu dicarikan suatu ide-ide konsep out of the box, yang mana akhirnya kalau mau datang ke acara Pasar Sonten Ngadinegaran ada yang spesial. Apakah makanannya sudah terkurasi, sehingga orang atau UMKM yang mendaftar di sini benar-benar menerima manfaat,” jelasnya.
Pihaknya menekankan jika nanti diperbanyak yang berjaulan,  selesai acara harus sudah selesai agar tidak menjadi masalah. Wawan menyatakan Pemkot Yogyakarta sedang memikirkan pengembangan ekonomi Yogya selatan. Termasuk ekonomi Yogya Selatan pada sumbu filosofi Yogyakarta ke depan akan ada beberapa perubahan sampai depan Krapyak. Penataan itu diharapkan  juga di Masjid Ngadinegaran yang berada di tepi jalan di kawasan sumbu filosofi  nanti dikoordinasi dengan Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron.

Sementara itu Ketua Panitia  Ramadan Masjid Ngadinegaran, Hamim Nurudin menyampaikan Peken Sonten di Masjid Ngadinegaran baru yang pertama kali diadakan atas inisiasi remaja masjid. Dia menyebut antusiasme masyarakat tinggi. Awalnya jumlah pendaftar lebih 200. Namun penyelenggara baru bisa menyediakan 45 lapak. Hamim menilai sebenarnya lokasi itu strategis sekali bahwa Pasar Sore berada di sumbu filosofi.
“Kami informasikan bahwa pasar sore ini tidak dipungut biaya, artinya gratis. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi untuk pemberdayaan masyarakat sekitarnya,” papar Hamim.

Berbagai  produk kuliner dijual di Peken Sonten Masjid Ngadinegaran selama bulan Ramadan.

Salah satu warga yang berjaulan di Peken Sonten Masjid Ngadinegaran Aulia Putri, mengucapkan terima kasih adanya Pasar Sore Masjid Ngadinegaran. Menurutnya dengan adanya pasar sore ini, bisa meningkatkan perekonomian UMKM di Mantrijeron.

“Kemudian juga bisa meningkatkan kreativitas  yang muda-muda banyak yang ikut. Menurut saya ini sangat membantu,” tambah Lia yang berjualan makanan seperti puding dan kimbab.