Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (18/2) di zona hijau dengan kenaikan 1,19% ke level 8.310,23.
Penguatan indeks terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BMRI yang melesat 3,94%, BREN naik 2,81%, serta BBRI menguat 1,32% dan menjadi motor utama pergerakan pasar.
Namun demikian, tidak semua saham bergerak searah. Beberapa emiten justru mengalami tekanan, di antaranya DSSA yang turun 2,99%, BRMS melemah 3,70%, dan TPIA terkoreksi 2,47% sehingga tercatat sebagai saham penekan indeks.
Dari sisi investor, minat beli asing terlihat cukup kuat. Sepanjang perdagangan, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp467,27 miliar di pasar reguler.
Jika dihitung secara keseluruhan di seluruh pasar, nilai net buy asing mencapai Rp1,44 triliun. Secara sektoral, seluruh 11 sektor saham ditutup menguat, dengan sektor transportasi mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 3,25%.
Kombinasi arus dana asing masuk pasca libur Imlek, serta kenaikan ETF EIDO sebesar 0,28% dan MSCI Indonesia 0,83%, dinilai masih berpotensi menjadi pendorong lanjutan bagi pergerakan IHSG hari ini.
Berita Emiten
Merdeka Gold Resources (EMAS)
EMAS resmi melakukan penuangan emas perdana (first gold pour) pada 14 Februari di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Langkah ini menandai dimulainya fase operasi komersial peleburan emas perusahaan. Tambang tersebut menggunakan metode heap leach dengan target produksi emas tahun pertama sebesar 110.000–115.000 ons, lebih tinggi dibandingkan target awal 80.000 ons.
Selain itu, EMAS juga menyiapkan pembangunan fasilitas Carbon-In-Leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun yang ditargetkan selesai pada 2028 dan mulai beroperasi paling cepat pada 2029, dengan target produksi hingga 500.000 ons emas per tahun.
Surya Permata Andalan (NATO)
Mercury Strategic Indonesia akan melaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) atas NATO. MTO ini mencakup maksimal 5,85 miliar saham atau setara 73,13% dari total saham beredar, dengan harga penawaran Rp183 per saham untuk periode 19 Februari hingga 20 Maret. Pembayaran direncanakan pada 30 Maret, dengan total dana yang disiapkan mencapai Rp1,07 triliun.
Harga penawaran tersebut berada di atas rata-rata harga saham NATO selama 90 hari terakhir yang sebesar Rp162,38 per saham. Namun, angka ini masih jauh di bawah harga pasar terakhir NATO yang berada di level Rp650 per saham per 18 Februari.
Aksi MTO dilakukan setelah Mercury resmi menjadi pemegang saham pengendali baru NATO, usai mengakuisisi 2,15 miliar saham atau 26,87% dari Karunia Berkah Jayasejahtera dengan nilai transaksi Rp393,45 miliar.
Rekomendasi Saham Hari Ini
RAJA – Buy 5200-5225 | TP 5400-5575 | SL 4890
RAJA
Transaksi di sini
Powered by
HUMI – Buy 260-266 | TP 276-288 | SL 248
HUMI
Transaksi di sini
Powered by
ADMR – Buy 1945-1955 | TP 1990-2030 | SL 1840
ADMR
Transaksi di sini
Powered by
LEAD – Buy 194-197 | TP 202-210 | SL 183
LEAD
Transaksi di sini
Powered by
ASSA – Buy 1210-1220 | TP 1245-1265 | SL 1140
ASSA
Transaksi di sini
Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.





