Washington,REDAKSI17.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace, di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.
Tampak hadir dalam agenda itu Presiden AS Donald John Trump, Wakil Presiden AS James David Vance alias JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, hingga penasihat senior Gedung Putih sekaligus menantu Trump, Jared Kushner.
Beberapa pemimpin negara anggota lainnya juga turut hadir, antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir. Kemudian, ada juga perwakilan dari Belarusia, Jordania, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, dan Israel.
Dalam pidatonya, Presiden AS Donald Trump mengapresiasi kehadiran para perwakilan negara yang hadir, termasuk Prabowo. Trump berujar, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tak hanya menyumbangkan uang. Tetapi juga bersedia mengirimkan personel untuk mempertahankan gencatan senjata dan memastikan perdamaian di Gaza, Palestina.
Trump kemudian menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara yang bakal mengirimkan pasukan ke Gaza. “Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Ini negara yang hebat,” ucap Trump, sebagaimana disiarkan melalui YouTube resmi Gedung Putih.
Adapun Trump menyebut Prabowo sebagai pria “tangguh”. Politikus Partai Republik itu juga berkata Prabowo telah melakukan pekerjaan yang hebat dan dihormati oleh semua orang. “Dia tangguh dan cerdas. Dan kecerdasan lebih penting,” kata Trump.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan persamuhan perdana Dewan Perdamaian membahas upaya mewujudkan perdamaian di Gaza, Palestina. Prabowo menyampaikan ini dalam forum bisnis di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington, D.C., sehari menjelang pertemuan Dewan Perdamaian.
Prabowo berujar, dirinya hadir atas undangan Presiden Trump untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Dewan Perdamaian. “Pertemuan resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza. Kami terus berupaya merintis jalan menuju solusi yang nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina,” ucap Prabowo di Washington, D.C., Amerika Serikat, Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat.
Kepala Negara menambahkan, Indonesia secara konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia, ujar Prabowo, tidak memihak blok kekuatan tertentu. Ia juga mengklaim Indonesia secara aktif berpartisipasi menciptakan perdamaian dunia.
“Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok, menghormati semua kekuatan besar. Saya bertekad untuk menjalankan kebijakan ‘Good Neighbor Policy’,” tutur Prabowo.





