Home / Politik / Balihonya Dirusaki Orang Tak Dikenal, Plt Sekwil PPP Maluku Duga Terkait Konflik Internal Partai

Balihonya Dirusaki Orang Tak Dikenal, Plt Sekwil PPP Maluku Duga Terkait Konflik Internal Partai

 

Plt Sekretaris wilayah PPP Maluku

Ambon,REDAKSI17.COM – DPW PPP Maluku menduga pengrusakan Baliho ucapan Ramadan, di Jalan Ina Tuni, Karang Panjang, Ambon, ada kaitannya dengan dinamika internal partai itu.

Dinamika internal di tubuh DPW PPP Maluku terjadi pasca, Ketua umum PPP Muhammad Mardiono mencopot Azis Hentihu dari jabatan Ketua DPW, dan Rovik Afifudin dari Sekretaris DPW.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPW PPP Maluku, Husein Tuharea menduga perusakan tersebut memiliki keterkaitan dengan dinamika atau ketidakpuasan tertentu, meski hal itu masih akan diserahkan kepada proses hukum.

Tuharea mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku, termasuk dugaan pihak yang berada di balik aksi tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, nama aktor yang diduga terlibat telah diketahui.

PPP Maluku berencana melaporkan kasus ini secara resmi ke kepolisian dengan melampirkan sejumlah bukti.

“Saksi-saksi sudah siap dan rekaman CCTV juga akan kami sertakan dalam laporan,” katanya.

Baliho yang terpasang di lokasi strategis Jalan Ina Tuni dilaporkan dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Tuharea, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menempuh jalur hukum untuk mengusut pelaku perusakan.

“Ini bukan sekadar merusak alat peraga, tetapi sudah mencederai nilai kebersamaan di bulan suci Ramadan. Kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum agar ada efek jera,” tegas Tuharea, Rabu malam (18/2/2026).

Menurut Tuharea, baliho tersebut dipasang sebagai bagian dari syiar Ramadan dan pesan moral kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan politik atau memicu konflik.

Karena itu, aksi perusakan dinilai sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang berpotensi mengganggu ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

Ia juga meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan dan mengusut siapa pun yang terlibat.

“Kami percaya aparat akan bekerja profesional. Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab secara hukum,” ujarnya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *