Konferensi pers soal Perjanjian Perdagangan AS-Indonesia, Jumat (20/2/2026). (Foto: Kris – Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani perjanjian tarif perdagangan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut hanya kedua pemimpin tersebut yang melakukan perjanjian bilateral di tengah agenda Board of Peace (BoP).
“Jadi Bapak Presiden melakukan bilateral dengan Presiden Donald Trump, jadi kemarin ada lebih dari 15 Kepala Negara dan Pemerintah,” kata Teddy dalam jumpa pers yang dilihat di YouTube Sekretaris Kabinet, Jumat (20/2/2026) malam.
Teddy menjelaskan Prabowo menjadi satu-satunya presiden yang melakukan pertemuan bilateral membahas tarif dagang. Ia mengungkap usai penandatanganan perjanjian, kedua pemimpin negara melanjutkan pembahasan dalam pertemuan tertutup..
“Jadi kemudian satu-satunya Kepala Negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya, dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo,” ungkap Teddy.
“Kemudian Presiden Prabowo dan Presiden Trump melaksanakan pertemuan, kurang lebih sekitar 30 menit,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tertutup itu keduanya membahas berbagai isu strategis. Teddy berharap ada kabar baik terkait tarif dagang di balik pertemuan tersebut.
“Tentunya banyak pembicaraan di sana, dan kita tunggu, mungkin dalam waktu dekat, yang sekarang 19 persen, ya mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia, kita tunggu saja,” ujarnya.





