BENGKULU,REDAKSI17.COM – Kebingungan soal mengakses layanan kesehatan masih kerap terdengar di sudut-sudut Kota Bengkulu. Ada warga yang ragu menggunakan BPJS karena takut diperlakukan berbeda, ada pula yang panik ketika kartu mendadak tidak aktif saat dibutuhkan.
Di tengah tingginya kebutuhan berobat, persoalan informasi dan administrasi sering kali menjadi kendala utama warga mendapatkan layanan. Kegelisahan itu tampak dalam dialog warga di Kecamatan Ratu Samban, beberapa hari lalu.
Anggota DPRD Kota Bengkulu Rina Sulastry menghadirkan perwakilan BPJS Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta manajemen rumah sakit dalam resesnya tersebut. “Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat penjelasan langsung agar tidak terjadi miskomunikasi,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, banyak anggapan negatif muncul karena informasi yang diterima masyarakat tidak utuh. Layanan dinilai semakin terbuka, tetapi pemahaman prosedur dan kelengkapan administrasi masih menjadi pekerjaan rumah bersama. “Yang sering membuat orang khawatir itu karena tidak tahu harus mulai dari mana,” katanya.
Dialog berlangsung terbuka. Warga bergantian menyampaikan pengalaman, dari soal antrean hingga status kepesertaan. Beberapa peserta mengaku baru memahami bahwa persoalan yang mereka hadapi sebenarnya bisa diselesaikan dengan langkah yang lebih sederhana dari yang dibayangkan.
“Reses ini adalah jembatan. Persoalan yang dihadapi masyarakat kita carikan solusinya,” tutur legislator Partai Perindo yang menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu ini.
Rina juga mengingatkan pentingnya kesadaran mengurus dokumen kependudukan. Tanpa identitas yang aktif dan valid, akses terhadap layanan kesehatan maupun bantuan sosial dapat tersendat. Dia berharap ruang dialog seperti ini membuat warga lebih yakin mengakses layanan dan tidak lagi diliputi kekhawatiran berlebihan.
“Saya berharap sinergi antara legislatif, eksekutif dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan pelayanan publik yang responsif, serta pembangunan yang tepat sasaran di Kota Bengkulu,” pungkasnya.




