Home / Wisata dan Kuliner / Ketan Bambu Sleman, Kuliner Tradisional yang Legit

Ketan Bambu Sleman, Kuliner Tradisional yang Legit

Di tengah menjamurnya makanan modern, ketan bambu, kuliner tradisional khas Yogyakarta, tetap menjadi buruan pecinta kuliner. Hidangan ini terkenal dengan teksturnya yang kenyal, aroma daun pisang yang khas, serta rasa legit yang cocok disantap untuk sarapan maupun makan siang.

Proses memasaknya terbilang unik. Ketan dimasukkan ke dalam batang bambu yang telah dilapisi daun pisang, kemudian dibakar selama 3 hingga 4 jam di atas bara api hingga matang sempurna. Ketan bambu biasanya disajikan hangat, membuat aromanya semakin menggugah selera.

Aroma khas daun pisang berpadu dengan gurihnya santan menghadirkan sensasi autentik. Apalagi saat disantap dengan saus srikaya atau ketan hitam, rasanya semakin nikmat dan membuat ketagihan.

“Ketan bambunya manis, kalau dicocol ke saus srikaya makin legit. Kalau pakai ketan hitam jadi lebih segar, rasanya khas banget tradisionalnya,” ujar Grace Rehia, pecinta kuliner, Jumat (22/8/2025).

Menurut Afie dari restoran Kaptain kitchen, proses pembuatan ketan bambu memang membutuhkan kesabaran. “Pertama bambu dibersihkan, lalu diisi daun pisang dan santan. Setelah itu dipanggang di atas bara api sekitar 3 sampai 4 jam hingga benar-benar matang,” jelasnya.

Untuk harga, ketan bambu dengan pelengkap saus srikaya atau ketan hitam dibanderol Rp 55.000 per porsi. Sementara menu ketan bambu dengan ayam panggang tersedia dalam dua pilihan, setengah ekor ayam seharga Rp 150.000 dan satu ekor ayam panggang seharga Rp 250.000 per porsi.

Salah satu restoran populer di Jalan Sumberan, Ngentak, Sinduharjo, Sleman, Yogyakarta, menjadi tujuan favorit para pecinta kuliner karena menyajikan beragam masakan khas Jawa, termasuk ketan bambu yang kini makin diminati.

Jelajah kuliner Jogja ? hub 087849378899

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *