Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, membuka secara resmi Bazar Ramadhan Kampung Glagah yang digelar di depan Masjid Nurul Huda, Kelurahan Warungboto, Sabtu (21/2). Kegiatan tahunan ini kembali hadir sebagai upaya menggeliatkan perekonomian masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan warga dalam rangka bulan suci Ramadan. Bazar Ramadhan Kampung Glagah hadir mulai 21 Februari – 7 Maret 2026

Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pasar Ramadan yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar. Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial.

“Adanya pasar Ramadan di depan Masjid Nurul Huda ini menurut saya bagus karena menggeliatkan ekonomi masyarakat. Semangatnya harus semangat memberi. Kalau bisa di bulan Ramadan ini belanjanya justru lebih banyak, karena spiritnya memberi kepada yang lemah,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk membeli dagangan para pelaku UMKM, meskipun tidak sepenuhnya membutuhkan, sebagai bentuk dukungan dan kepedulian. Bahkan, menurutnya, jika tidak menyukai suatu makanan, tetap bisa dibeli untuk kemudian dibagikan kepada orang lain.

“Kalau mengaku beriman dan bertakwa, mestinya punya kepedulian sosial yang lebih baik. Seapik-apike wong itu kalau bermanfaat bagi orang lain. Inilah mengamalkan Rahmatan Lil ‘Alamin, kita harus memberi manfaat,” tegasnya.

Wali Kota bercengkerama dengan para warga

Hasto juga menyinggung kondisi kesenjangan sosial di Kota Yogyakarta yang masih menjadi tantangan. Ia menyebutkan bahwa rasio ketimpangan (Gini Ratio) di Kota Yogyakarta termasuk tinggi, sehingga kepedulian sosial perlu terus diperkuat melalui berbagai gerakan nyata, termasuk program bedah rumah yang rutin dilaksanakan setiap hari Minggu.

“Kepedulian sosial ini penting untuk me-recovery warga yang masih kesulitan hidup dan mengurus keluarga. Maka pemimpin wilayah harus sering turun ke masyarakat, memahami kondisi riil warganya,” pesannya kepada lurah dan tokoh masyarakat setempat.

Ia berharap pasar Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi ekonomi, tetapi juga wahana mempererat gotong royong antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga. Hasto pun mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah puasa berjalan lancar hingga Idulfitri dan pasar Ramadan membawa keberkahan bagi semua.

Sementara itu, Ketua Panitia Bazar Ramadhan Kampung Glagah, Rizqi Amalina, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan yang kedua kalinya, dengan sejumlah perbedaan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini lokasinya kita pindahkan ke jalan besar, tepatnya di depan Masjid Nurul Huda. Tahun kemarin di jalan kampung di Glagahsari. Sengaja kita pindahkan supaya lebih ramai dan lebih eye-catching,” jelasnya.

Dari sisi jumlah peserta, terjadi peningkatan signifikan. Jika tahun lalu hanya diikuti sekitar 30 stan, tahun ini bertambah menjadi 40 stan. Mayoritas pelaku usaha merupakan warga Warungboto sendiri, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.

“Sebagian besar dari Warungboto. Memang niatnya sebagai area silaturahmi antarwarga. Jadi selain belanja, warga juga bisa saling bertemu dan mempererat hubungan,” tambahnya.

Ketua panitia Bazar Ramadhan Kampung Glagah

Jenis dagangan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kuliner tradisional seperti pecel hingga makanan kekinian dan hidangan internasional.

Pasar Ramadan ini digelar selama dua minggu. Selain aktivitas jual beli setiap sore, panitia juga menyelenggarakan berbagai lomba setiap akhir pekan, seperti lomba tahfiz untuk anak-anak, lomba kaligrafi, dan pildacil. Penutupan dijadwalkan pada 7 Maret mendatang.

Menurut Rizqi, durasi dua minggu dipilih dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar yang banyak dihuni mahasiswa serta pelaku UMKM yang mulai fokus menerima pesanan menjelang Lebaran.

Dengan konsep yang lebih terbuka dan partisipatif, Bazar Ramadhan Kampung Glagah diharapkan mampu menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang sosial yang memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.

Antusiasme pelaku UMKM juga terlihat dari partisipasi warga yang baru pertama kali mengikuti pasar Ramadan tahun ini. Salah satunya Sinta Novratilova, pemilik Warung Nishin, yang mengaku bersyukur mendapat kesempatan membuka stan.

“Alhamdulillah, setidaknya kita dikasih kegiatan sama Ramadan ini. Apalagi saya ibu rumah tangga. Biasanya cuma buka katering pas Ramadan, tapi kali ini dikasih kesempatan buat stan seperti ini,” ujarnya.

 

Sinta mengaku ini merupakan kali pertamanya mengikuti Bazar Ramadhan Kampung Glagah. Sebelumnya, ia lebih banyak menerima pesanan katering untuk buka bersama maupun titipan sedekah Ramadan yang kemudian ia distribusikan ke masjid-masjid.

Terkait antusiasme pengunjung, Sinta menilai respons masyarakat cukup positif. “Alhamdulillah rame. Mungkin banyak yang penasaran juga karena lokasinya sekarang di jalan besar,” tambahnya.