Wirobrajan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Safari Subuh pada Minggu (22/2/2026) di Masjid Ikhwatun Khasanah, Wirobrajan. Kegiatan tersebut dipimpin Wali Kota Hasto Wardoyo dan menjadi momentum silaturahmi antara jajaran pemerintah dengan warga, sekaligus sosialisasi berbagai program prioritas Pemkot.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Yogyakarta menyalurkan bantuan untuk mendukung operasional dan pengembangan masjid. Bantuan yang diberikan meliputi Rp10 juta dari APBD Kota Yogyakarta, Rp2 juta dari Baznas, Rp2 juta dari Bank Jogja, Rp2 juta dari PT Jogjatama Vishesha, serta sejumlah buku bacaan dari Perpustakaan Kota Yogyakarta.
Ketua Takmir Masjid Ikhwatun Khasanah, Muhammad Taufiq, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Yogyakarta serta berbagai pihak. Ia menuturkan bahwa kegiatan selama Bulan Suci Ramadan sangat terbantu oleh peran aktif remaja masjid yang tergabung dalam ikatan remaja masjid.

“Masjid Ikhwatun Khasanah sangat terbuka dan bersyukur. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang bergotong royong memakmurkan masjid. Kami senantiasa mendorong masyarakat untuk memakmurkan masjid melalui gerakan salat berjamaah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan saat ini masjid tengah melanjutkan pembangunan lantai dua guna memperluas manfaat bagi jamaah. Pengembangan tersebut mencakup penyediaan ruang sekretariat, fasilitas TPA, serta ruang penyimpanan inventaris yang mendukung kegiatan olahraga dan seni budaya bagi jamaah dan remaja masjid.
“Dengan bertambahnya fasilitas penunjang, kami berharap semakin banyak masyarakat yang tertaut hatinya dengan masjid dan aktif mengikuti kegiatan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari keimanan, terlebih di bulan Ramadan.
“Kebersihan itu sebagian dari iman. Kalau kita berpuasa, syaratnya beriman. Maka menjaga kebersihan menjadi bagian penting dalam menyempurnakan iman kita,” tegasnya.
Ia menyampaikan pemerintah sangat mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, Pemkot juga terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia.

Terkait kepesertaan BPJS, Hasto menjelaskan bahwa meskipun terdapat penyesuaian dari pemerintah pusat terhadap penerima bantuan iuran (PBI), Pemerintah Kota Yogyakarta turut mengalokasikan subsidi dari APBD untuk membantu warga yang terdampak.
“Bapak-Ibu tidak perlu terlalu risau. Pemerintah Kota Yogyakarta akan berusaha membantu warga dalam urusan BPJS,” ujarnya.
Hasto juga menyinggung kondisi anggaran pembangunan infrastruktur yang saat ini terbatas. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan kerja bakti.
“Kita diminta untuk memperbanyak pekerjaan yang berdampak pada lingkungan tetapi tidak membutuhkan anggaran besar. Gotong royong dan kerja bakti menjadi solusi yang efektif,” jelasnya.
Safari Subuh ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, namun juga memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta partisipasi aktif warga dalam mendukung program pembangunan Kota Yogyakarta.


