Gondomanan,REDAKSI17.COM-Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan selain hukumnya wajib bagi umat Islam, juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi ceramah Ramadan di Masjid Gedhe Kauman, Minggu (22/2/2026).
Dalam ceramahnya, Hasto menyampaikan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga kesehatan tubuh. Ia menjelaskan bahwa dengan berpuasa, sistem pencernaan, khususnya lambung, mendapatkan waktu istirahat dari aktivitas makan yang rutin dilakukan setiap hari.
“Dengan berpuasa, kita bisa mengistirahatkan lambung. Dengan pengaturan makan yang baik saat sahur dan berbuka, insyaallah tubuh kita akan semakin sehat,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, puasa mengajarkan kedisiplinan dalam pola hidup, termasuk dalam mengatur konsumsi makanan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan saat berbuka puasa, sehingga manfaat kesehatan dari puasa tetap dapat dirasakan secara optimal.
Selain menyoroti aspek kesehatan, Hasto juga menekankan bahwa bulan suci Ramadan harus memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut puasa sebagai perintah bagi orang-orang beriman yang seharusnya tercermin dalam perilaku dan sikap sosial.
“Puasa ini adalah perintah untuk orang beriman. Bagaimana kita mengecek iman kita? Salah satunya bisa kita lihat dari kebersihan, karena kebersihan merupakan sebagian dari iman,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hasto mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga.
“Permasalahan sampah bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kalau kita ingin kota ini bersih dan nyaman, maka semua harus ikut berperan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Hasto juga mengapresiasi suasana berbuka puasa di Masjid Gedhe Kauman yang dipadati jamaah. Ia menyampaikan rasa salut kepada pengurus dan masyarakat yang telah memakmurkan masjid melalui kegiatan berbuka puasa bersama dan penyediaan takjil bagi jamaah.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang datang untuk berbuka puasa bersama menjadi gambaran kemakmuran Islam yang sesungguhnya.
“Banyak jamaah datang untuk menikmati takjil di masjid ini. Jadi masyarakat memakmurkan masjid, dan masjid juga memakmurkan masyarakat,” katanya.
Suasana hangat kebersamaan saat berbuka puasa di Masjid Gedhe Kauman, lanjutnya, menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang solidaritas sosial, kepedulian, dan penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.
“Saya berharap momentum Ramadan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, kebersihan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Yogyakarta, sehingga dampaknya dapat dirasakan tidak hanya selama bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.


