Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana akuisisi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) masih dalam tahap diskusi. Rencananya, PNM masuk ke Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.
Purbaya menyoroti tingginya rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai 10%. Menurut Purbaya, persoalan dalam penyaluran KUR dapat berdampak pada anggaran negara melalui subsidi.
“Sedang kita diskusikan, tadi kan ada yang bilang KUR 10% NPL-nya. Kok bisa sebesar itu? Manajemennya nggak betul apa nggak? Subsidinya kita yang bayarkan. Nanti kalau ada apa-apa ke kita juga rasanya,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026) kemarin.
Tak hanya itu, Purbaya juga menyinggung perbedaan antara perusahaan terbuka yang berorientasi terhadap laba dengan perusahaan yang menyalurkan KUR. Menurut Purbaya, perusahaan dengan entitas publik didesain untuk mencari keuntungan, berbeda dengan perusahaan yang bertujuan menyalurkan KUR.
Purbaya menyebut perusahaan tersebut menyediakan pembiayaan semurah mungkin bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kita lihat, bisa diubah apa nggak? Kalau bisa ya kita ubah, kalau nggak bisa ya udah,” tambah Purbaya.
Sebelumnya, rencana ambil alih PNM menjadi opsi yang dipertimbangkan karena memiliki fokus pada pembiayaan mikro dan ultra mikro. Selain itu, PNM dinilai memiliki sumber daya manusia yang berpengalaman dalam menilai dan mengelola kredit skala kecil.
Purbaya menilai keahlian penilaian kredit mikro tidak mudah dibangun dari nol. Oleh karena itu, opsi membeli atau mengambil alih lembaga yang sudah berjalan dianggap lebih realistis dibandingkan mendirikan entitas baru.
“Orang saya nggak bisa jadi ahli penilai pinjaman mikro. Kan di PNM kan orangnya jago-jago, saya ingin manfaatkan itu. Kalau bisa, kalau nggak bisa ya udah,” ujarnya di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).





