Home / Daerah / Ramadan 2026 Stok Pangan Gunungkidul Aman, Harga Naik Wajar

Ramadan 2026 Stok Pangan Gunungkidul Aman, Harga Naik Wajar

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY menemukan harga sembako di Pasar Semin, Gunungkidul mulai merangkak naik. Meskipun demikian, stok dipastikan aman dan kenaikan masih dalam tahap wajar.

Pemantauan dipimpin oleh Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, serta Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntari Ningsih, Rabu (25/02). Rangkaian pemantauan dilakukan di Pasar Semin, Agen LPG PT Gasindo Kerto Raharjo, hingga Gapoktan Maguru di Pulutan, Wonosari. Pemantauan intensif ini dilakukan mengingat adanya momentum berdekatan tiga hari besar keagamaan, yakni Ramadan/Idulfitri, Imlek, dan Paskah, yang memicu lonjakan permintaan masyarakat.

Di Pasar Semin, TPID DIY mendapati harga sejumlah komoditas seperti telur, cabai, gula, dan minyak goreng mulai naik. “Dari hasil sambang satu per satu ke pedagang, memang mulai ada kenaikan harga, khususnya pada kelompok sembako seperti telur, cabai, gula, hingga minyak goreng,” kata Endah.

Selain pangan, lesunya sektor sandang juga menjadi perhatian. Omzet pedagang pakaian turun drastis hingga 50 persen akibat persaingan dengan pasar modern dan penjualan daring.

“Kondisi ini akan kami bawa ke rapat rutin bersama pemerintah pusat pada Senin mendatang. Kita perlu menyampaikan potret nyata ekonomi UMKM dan pedagang pasar yang menjadi tulang punggung masyarakat kita,” tegas Endah.

Menanggapi tren kenaikan harga, Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan skenario intervensi. Endah menyebutkan pihaknya telah melaporkan rencana operasi pasar kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Kami sudah menjadwalkan operasi pasar kembali menjelang Lebaran nanti. Sebelumnya, intervensi untuk gula, minyak, dan beras sudah berjalan hingga putaran keenam. Terkait aspirasi pedagang di Pasar Semin untuk menambah kuota toko penjaga inflasi yang saat ini berjumlah 40 toko, akan segera kami bicarakan teknisnya dengan kepala dinas terkait,” tambah Endah.

Sementara itu, untuk ketersediaan gas di Agen PT Gasindo Kerto Raharjo, Nyawis, Endah memastikan aman. Stok LPG 3 kg bersubsidi untuk wilayah Gunungkidul saat ini tersalurkan sesuai kuota yang ditetapkan.

Terkait harga, Endah mengakui adanya fluktuasi di tingkat pengecer, meski harga di tingkat pangkalan masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). “Di masyarakat atau pengecer pasti ada pergerakan harga karena sudah masuk mekanisme pasar, namun kenaikannya masih dalam batas toleransi. Yang terpenting, jangan sampai ada kelangkaan yang memicu inflasi tinggi,” ungkapnya.

Bergeser ke sektor produksi, kabar baik datang dari Gapoktan Maguru di Desa Pulutan, Wonosari. Berbeda dengan tahun 2024 yang sempat terkendala kekeringan, cuaca tahun ini dinilai sangat mendukung masa tanam.

Endah mengungkapkan bahwa stok beras di Gunungkidul saat ini sangat aman, bahkan mengalami surplus. Para petani juga memiliki tradisi menyimpan sebagian hasil panen (gabah) sebagai cadangan pangan keluarga.

“Kita sebenarnya surplus beras. Petani kita cerdas, mereka menyimpan hasil panen sebagai cadangan. Untuk kebutuhan rutin seperti pemenuhan beras bagi ASN yang wajib membeli produk lokal, gapoktan sudah memiliki sistem identifikasi. Mereka tahu persis siapa anggota yang siap menyetor setiap bulan,” jelas Endah.

Keberhasilan ini juga didukung modernisasi alat pertanian, termasuk bantuan alat penggilingan dan mobil operasional dari Bank Indonesia (BI), yang rencananya akan ditambah dengan alat pengering (dryer) untuk menjaga kualitas gabah.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menekankan bahwa pemantauan rutin ini merupakan bentuk sinergi antara Pemprov DIY, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, hingga Satgas Pangan Polda DIY. Menurutnya, meskipun harga mulai berubah, masyarakat diminta tidak panik. Stok kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam, dan daging sapi dalam kondisi aman, setidaknya hingga satu minggu awal puasa.

Terkait inflasi, TPID DIY berpegang pada strategi 4K (ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjagaan harga, dan komunikasi efektif). Strategi ini dinilai ampuh menghadapi momentum besar tahun ini.

“Kenaikan harga menjelang hari besar adalah pola rutin, namun yang kita jaga agar tidak melonjak terlalu tinggi. Kami juga fokus pada kerja sama antar daerah. Jika ada komoditas yang kurang, akan dipasok dari daerah surplus agar masyarakat tidak perlu panic buying,” tutup Eling.

Data Komoditas:

Gula pasir Rp17.000; minyak goreng Fortune Rp19.000; bawang merah Rp40.000; bawang putih Rp35.000; bawang bombai Rp32.000; telur Rp30.000; beras premium Rp14.000; beras medium Rp13.000; daging ayam Rp40.000; cabai rawit merah Rp80.000; cabai merah keriting Rp30.000; daging sapi Rp130.000.

Distribusi LPG: 560 tabung × 4 LO = 2.240 tabung/hari untuk 102 pangkalan (24 pangkalan/hari).

Data Gapoktan: kapasitas giling 1,5 ton/hari, harga jual ke pedagang Rp12.500–Rp13.000/kg.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *