Home / Daerah / Stok Pangan Bantul Aman, Harga Terkendali Jelang Lebaran

Stok Pangan Bantul Aman, Harga Terkendali Jelang Lebaran

Bantul,REDAKSI17.COM — Ketersediaan pasokan pangan di Kabupaten Bantul dipastikan aman selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Bantul menegaskan, meskipun terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, pergerakannya masih dalam batas kewajaran dan dapat dikendalikan. Masyarakat pun diimbau tidak panik serta dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan tenang.

Kepastian tersebut diperoleh setelah TPID melakukan pemantauan langsung harga dan stok bahan pokok di Pasar Imogiri serta distributor bawang merah Tegalrejo di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Kamis (26/2). Pemantauan dilakukan secara rutin mengingat periode ini berdekatan dengan tiga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Imlek, Idulfitri, dan Paskah, yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pangan.

Pemantauan tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanto dan Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budiraharja serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengatakan hasil pemantauan di sejumlah titik menunjukkan stok pangan secara umum aman, distribusi lancar, dan harga relatif terkendali. “Dari sisi stok, bawang merah di Bantul sangat mencukupi dan menjadi salah satu andalan. Sementara dari sisi harga, komoditas seperti daging ayam, cabai, dan bawang merah memang bersifat dinamis. Ini merupakan karakter pasar yang sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Tri Saktiyana menjelaskan, kenaikan harga daging ayam ras yang kini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan selama Ramadan hingga Lebaran. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar stabilitas harga tetap terjaga.

“Kami menyiapkan upaya pengendalian seperti operasi pasar sesuai perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat. Bulog juga siap mendukung. Stok beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto menambahkan, TPID DIY bersama TPID kabupaten/kota serta Satgas Pangan secara rutin melakukan pemantauan harga menjelang Lebaran. Dari hasil pemantauan tersebut, beberapa komoditas pangan mengalami fluktuasi berupa kenaikan maupun penurunan harga.

“Secara umum memang ada kenaikan, tetapi masih dalam taraf wajar. Bahkan cabai dan bawang merah justru mengalami penurunan. Ini menunjukkan stok tersedia dan kondisi pasar relatif aman,” katanya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul, Fenty Yusdayati menyebutkan kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa. Sementara itu, harga cabai turun sekitar Rp20.000 per kilogram dan bawang merah turun sekitar Rp5.000 per kilogram.

“Stok bawang merah dari petani Bantul di tingkat distributor mencapai sekitar 8 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat DIY sekitar 3,5 ton. Jadi, sangat mencukupi,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto mengatakan kondisi di Bantul sejalan dengan wilayah lain di DIY seperti Kulon Progo dan Gunungkidul. Pasokan pangan dinilai sangat memadai dan distribusi berjalan lancar. “Daging ayam memang naik sedikit, tetapi cabai dan bawang merah cenderung turun. Kami berharap kondisi ini tetap stabil hingga Lebaran,” imbuhnya.

Dari sisi pelaku usaha, distributor bawang merah Tegalrejo, Japon, mengungkapkan stok bawang merah di tempatnya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY maupun pengiriman ke luar daerah seperti Jakarta, Brebes, dan Kroya. Harga di tingkat distributor saat ini berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.

“Permintaan pasar tinggi, tetapi stok aman. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, terutama dari sisi pembiayaan, agar pasokan tetap terjaga,” tandasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan harga dan stok bahan pokok, informasi dapat diakses melalui situs resmi Pemkab Bantul (www.bantulkab.go.id), SIGAPAN/Sistem Informasi Harga Pangan (www.bapok.bantulkab.go.id), serta aplikasi Bantulpedia. Dengan demikian, masyarakat dapat memantau tren harga dan ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Bantul.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *