MERGANGSAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Yogyakarta melakukan penandatangan kesepakatan bersama tentang pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Yogyakarta pada, Kamis (26/2/2026). Kesepakatan bersama itu meliputi kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta.
Penandatanganan kesepakatan itu dari Pemkot Yogyakarta dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo dan Muhammadiyah Kota Yogyakarta oleh Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta Aris Madani. Dalam kegiatan itu, Hasto juga meluncurkan Kampung Tematik Brontokusuman yang dilaksanakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai wujud one village one sister university program Pemkot Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan Pemkot Yogyakarta, mengucapkan terima kasih kepada PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta atas kesepakatan bersama tersebut. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri sehingga harus bekerja sama dengan banyak pihak. Muhammadiyah dinilai memiliki posisi strategis sebagai partner kemajuan di Kota Yogyakarta.
“Kita bekerja sama dalam banyak hal. Di antaranya adalah ada masalah sampah, Lansia Care (perawatan lansia), bersih-bersih sungai. Ini menjadi tema-tema penting dan nantinya akan kita realisasikan melalui kampung tematik untuk Kampung Brontokusuman,” kata Hasto saat penandatanganan kesepakatan bersama dan buka bersama Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah.

Hasto menegaskan harapannya menjadikan Kota Yogyakarta seperti Singapura kecil maksudnya adalah mencontoh kedisiplinan, ketertiban dan kebersihan di negara itu yang berjalan baik. Dia mengajak Muhammadiyah menjadi agen perubahan untuk menjadikan Kota Yogyakarta bersih, tertib dan disiplin. Dicontohkan masjid-masjid Muhammadiyah yang dekat sungai mempunyai binaan sungai, misalnya sepanjang 200-400 meter, sehingga sungai-sungai di Yogyakarta bisa menjadi sungai yang bersih.
“Kita ingin mewujudkan Kota Yogyakarta yang tertib dan punya perhatian terhadap kebersihan. Tertib lalu lintasnya, tertib terhadap kedisiplinannya dan berbagai hal di Kota Yogyakarta untuk bisa menjadikan contoh bagi daerah lain,” terangnya.
Sedangkan Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta Aris Madani mengapresiasi atas kepercayaan dan kesediaan Pemkot Yogyakarta untuk bekerja sama dengan PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Kerja sama antara lain untuk pengelolaan sampah, lansia care, bersih-bersih sungai dan kegiatan lain berkaitan dengan pembangunan. Menurutnya pengelolaan sampah, perawatan lansia, bersih-bersih sungai, dan pembangunan lainnya adalah tanggung jawab bersama.
“Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat, khususnya Muhammadiyah, kami yakin bahwa kita dapat mencapai tujuan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan sejahtera. Kami percaya bahwa kerja sama ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup,” tutur Aris.

Sementara itu Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN dari Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat UAD Dr. Muhammad Hamdi menjelaskan program kerja Kampung Tematik di Brontokusuman ada 3 yakni penanganan ancaman narkoba, lansia care dan penataan lingkungan sungai. Terkait ancaman narkoba itu, Pemkot Yogyakarta didorong membuat Perda terkait narkoba. Untuk lansia care UAD akan bekerja bersama dengan kegiatan sekolah lansia di Brontokusuman.
“Terkait program penataan lingkungan sungai. UAD atas telah menyiapkan program tematik KKN khusus untuk penataan aliran sungai di Brontokusuman. Kita akan mengerahkan sekitar 300 mahasiswa UAD untuk melakukan sosialisasi, penataan rumah-rumah dan edukasi terkait dengan penanganan sampah,” pungkas Dr Hamdi.


