
Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kalurahan Banyuraden kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui penyaluran program beasiswa pendidikan tinggi kepada sembilan mahasiswa. Program ini didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang selama ini dikenal sebagai instrumen strategis dalam mendukung berbagai aspek pembangunan, termasuk sektor pendidikan yang menjadi prioritas utama.
Di tengah dinamika sosial ekonomi yang masih menghadirkan tantangan bagi sebagian masyarakat, kehadiran program beasiswa ini menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah kalurahan terhadap generasi muda. Pendidikan tinggi yang kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang mahal kini diupayakan agar lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Banyuraden, sebagai salah satu kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman, menunjukkan bahwa desa memiliki peran penting dalam menjembatani kesenjangan tersebut.
Lurah Banyuraden, Sudarisman, dalam keterangan di ruang kerjanya, Jumat (20/2/2026) menyampaikan bahwa program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Banyuraden. Ia menekankan bahwa investasi pada pendidikan adalah investasi yang hasilnya mungkin tidak instan, tetapi memiliki dampak yang sangat besar di masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Banyuraden memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi, tanpa terhalang oleh keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Program ini dirancang dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis kebutuhan. Pemerintah kalurahan tidak hanya menyalurkan bantuan secara administratif, tetapi juga melakukan pemetaan kondisi sosial ekonomi warga. Proses seleksi dilakukan secara transparan dan partisipatif, melibatkan perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, hingga unsur lembaga kemasyarakatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar tepat sasaran, yakni mahasiswa yang memiliki potensi akademik namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Menariknya, program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan finansial semata. Pemerintah Kalurahan Banyuraden pun menanamkan nilai tanggung jawab sosial kepada para penerima manfaat. Setiap mahasiswa penerima beasiswa diharapkan tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Mereka didorong untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pendampingan belajar bagi anak-anak, kegiatan literasi, hingga program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi selaku pengampu kegiatan menyampaikan bahwa penyerahan beasiswa dengan total Rp.42.000.000 kepada sembilan mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin beberapa waktu lalu merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kalurahan terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga menjadi dorongan moral agar para mahasiswa semakin giat belajar dan mampu meraih prestasi terbaik di bidangnya masing-masing.
“Beasiswa ini sangat membantu, bukan hanya dari sisi biaya, namun juga memberikan semangat baru untuk terus belajar dan berprestasi,” tandasnya.
Agus pun menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah kalurahan berupaya menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Agus berharap beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswa menjadi amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mereka harus mampu menunjukkan komitmen akademik yang baik, menjaga integritas, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal.
Dalam perspektif kebijakan, pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY untuk sektor pendidikan menunjukkan adanya inovasi di tingkat kalurahan. Selama ini, dana tersebut seringkali diasosiasikan dengan program kebudayaan atau infrastruktur. Namun Banyuraden membuktikan bahwa dana keistimewaan juga dapat diarahkan untuk pembangunan manusia, yang dalam jangka panjang justru menjadi fondasi utama kemajuan daerah.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat pembangunan berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai subjek, bukan objek pembangunan. Dengan melibatkan berbagai elemen dalam proses seleksi dan pelaksanaan program, Pemerintah Kalurahan Banyuraden menciptakan ekosistem yang partisipatif dan inklusif. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus meningkatkan rasa memiliki di kalangan masyarakat.
Lebih jauh, program beasiswa ini memiliki potensi untuk menciptakan efek berantai (multiplier effect). Ketika satu mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu tersebut, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. Mereka dapat menjadi role model bagi generasi muda lainnya, sekaligus agen perubahan yang membawa pengetahuan dan pengalaman baru ke desa.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah Banyuraden ini mencerminkan bagaimana desa dapat menjadi motor penggerak pembangunan pendidikan. Di saat berbagai tantangan global menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, inisiatif seperti ini menjadi sangat relevan. Pemerintah kalurahan tidak lagi hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, melainkan sebagai inovator yang mampu merancang program sesuai kebutuhan lokal.
Ke depan, Pemerintah Kalurahan Banyuraden berencana untuk memperluas cakupan program beasiswa ini. Tidak hanya dari sisi jumlah penerima, tetapi juga dari aspek jenis bantuan yang diberikan. Misalnya, dukungan untuk pelatihan keterampilan, pengembangan soft skills, hingga fasilitasi akses magang atau kerja sama dengan dunia industri. Dengan demikian, mahasiswa siap secara akademik, sekaligus memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.
Selain itu, pemerintah kalurahan juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang ada di wilayahnya, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat program yang sudah ada sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Banyuraden.
Pada akhirnya, program beasiswa ini bukan hanya perihal sembilan mahasiswa yang menerima bantuan. Lebih dari itu, ini adalah tentang harapan, tentang masa depan, dan tentang keyakinan bahwa perubahan dapat dimulai dari tingkat paling dasar, yaitu desa. Banyuraden telah menunjukkan bahwa dengan komitmen, perencanaan yang matang, dan keberpihakan pada masyarakat, pembangunan yang berkelanjutan bukanlah sekadar wacana, melainkan sesuatu yang nyata dan dapat dirasakan.

Dari Banyuraden, sebuah pesan sederhana namun kuat mengemuka: bahwa setiap anak memiliki hak untuk bermimpi, dan setiap mimpi layak untuk diperjuangkan termasuk melalui dukungan nyata dari pemerintah di tingkat paling dekat dengan masyarakatnya. (Adnan Iman Nurtjahjo Amir, S.M., C.EML., C.ICD. KIM Pararta Guna – Kabupaten Sleman)




