POLEWALI MANDAR,REDAKSI17.COM – Kegelisahan soal jaminan kesehatan dan perlindungan anak disuarakan warga Dusun Penduluang, Desa Bakka-Bakka, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Di hadapan anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar Bunga Ranna, warga secara terbuka mengungkapkan keresahan mereka. Mulai dari akses layanan kesehatan hingga kekhawatiran terhadap kasus kekerasan anak.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Bunga Ranna. Kegiatan ini memberi ruang bagi kami untuk menyampaikan unek-unek, sekaligus mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat,” ujar salah satu warga.
Dialog yang berlangsung interaktif itu merupakan bagian dari reses Bunga Ranna yang menjalani periode keduanya di DPRD Polewali Mandar. Baginya, mendengar langsung persoalan warga adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai legislator.
“Kami hadir untuk mendengar keluhan masyarakat. Semua usulan akan kami rangkum dan teruskan kepada pengambil kebijakan,” tutur politisi Partai Perindo ini.
Tak sekadar menyerap aspirasi, kegiatan itu juga diisi pemaparan dua Pekerja Sosial Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar Nurhayati dan Mujayanti. Keduanya membedah isu sosial yang dinilai mendesak.
Mujayanti menyoroti pentingnya kepesertaan BPJS sebagai perlindungan dasar masyarakat terhadap risiko kesehatan. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami prosedur maupun manfaat jaminan kesehatan tersebut.
Sementara Nurhayati menekankan urgensi perlindungan anak. Dia mengingatkan peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah kekerasan serta eksploitasi terhadap anak, yang kasusnya dinilai masih menjadi ancaman laten di berbagai daerah.
Antusiasme warga terlihat dari derasnya pertanyaan yang muncul. Ridwan, salah satu peserta, bahkan mendesak agar materi BPJS dan perlindungan anak dibahas dalam forum khusus yang lebih mendalam.
“Waktunya terlalu singkat. Ini perlu ruang tersendiri supaya masyarakat benar-benar paham,” tuturnya.




