Home / Daerah / Awal 2026: Harga Stabil, Petani DIY Makin Sejahtera

Awal 2026: Harga Stabil, Petani DIY Makin Sejahtera

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Awal tahun 2026 membawa kabar baik bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Stabilitas harga tetap terjaga, sementara kesejahteraan petani menunjukkan peningkatan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi DIY bergerak ke arah yang sehat dan terkendali.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 4,91 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut masih dalam batas wajar dan mencerminkan kondisi harga yang relatif stabil di tengah dinamika awal tahun.

Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan kenaikan harga secara bulanan terutama dipicu oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami kenaikan 4,17 persen, khususnya akibat naiknya harga emas perhiasan. “Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga naik 1,35 persen. Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras turut memberikan andil,” ujarnya di Yogyakarta, Senin (3/3).

Meski demikian, Endang menyatakan laju inflasi tetap terkendali karena adanya penurunan harga pada kelompok transportasi sebesar 0,21 persen. Penyesuaian tarif angkutan membantu menjaga keseimbangan harga sehingga tidak terjadi lonjakan signifikan.

Di balik dinamika harga tersebut, sektor pertanian justru membawa kabar menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Februari 2026 tercatat sebesar 110,94 atau naik 2,22 persen dibandingkan Januari. Artinya, pendapatan yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan pengeluaran mereka.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas hasil pertanian dan peternakan.“Indeks Harga yang Diterima Petani naik 3,83 persen, terutama pada ayam ras pedaging, cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras. Kondisi ini berdampak positif bagi pendapatan petani,” jelas Endang.

Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga meningkat menjadi 116,57 atau tumbuh 3,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun biaya produksi seperti bibit, upah tanam dan panen, serta pakan ternak meningkat, usaha pertanian secara umum masih memberikan margin yang lebih baik.

“Bagi para petani, kondisi ini menjadi angin segar. Stabilitas harga di tingkat konsumen yang tetap terjaga, diiringi kenaikan harga komoditas di tingkat produsen, menciptakan keseimbangan yang mendukung kesejahteraan mereka,” ungkap Endang.

Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor DIY pada Januari 2026 juga menunjukkan kinerja positif dengan nilai mencapai US$46,94 juta atau tumbuh 8,14 persen dibandingkan tahun lalu. Produk pakaian rajutan dan nonrajutan masih menjadi andalan, memperkuat posisi DIY di pasar global.

“Sementara itu, impor DIY justru turun 29,53 persen menjadi US$13,08 juta. Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan DIY tetap surplus dan menjadi penopang ketahanan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Sektor pariwisata pun menunjukkan daya tahan. BPS DIY mencatat kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Yogyakarta pada Januari 2026 sebanyak 6.791 kunjungan atau tumbuh 1,10 persen secara tahunan. Perjalanan wisatawan Nusantara juga mencapai 3,53 juta perjalanan, menandakan aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak.

Pemda DIY terus memperkuat sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan, terutama komoditas pangan strategis.

“Secara keseluruhan, kondisi ekonomi DIY pada awal 2026 tetap terjaga. Stabilitas harga dan meningkatnya kesejahteraan petani menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkas Endang.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *